Austerity Measures

Written by: Reza Aswin, Jakarta 28 Juni 2011

Mata uang Euro saat ini sangat tidak stabil sehingga sekecil apapun berita yang di rilis akan mengakibatkan penguatan atau pelemahan mata uang tersebut. Untuk Uni Eropa krisis hutang Yunani bukanlah masalah besar, tetapi efek domino yang di hasilkan oleh default Yunani akan membuat pertumbuhan ekonomi global akan menjadi turun dan dapat membawa dunia kembali dalam resesi.  Berbagai rencana dan strategi telah dilakukan untuk menyelamatkan yunani dan Perancis mengusulkan agar bank-bank yang memegang surat hutang Yunani me-rollover dan menginvestasikan kembali setengah dari hasilnya dalam bentuk obligasi jangka 30 tahun. Proposal Perancis ini mendapat dukungan dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Jerman serta direspon oleh pasar secara positif sehingga Euro menguat dari 1.4100 ke level 1.4300.  Meski demikian, euro belum sepenuhnya terbebas dari sentimen negatif terkait krisis hutang Yunani. Hasil voting Parlemen Yunani menjadi fokus utama pelaku pasar dan tak sedikit suara-suara yang menentang, para pelaku pasar yakin Parlemen Yunani akan meloloskan proposal kebijakan penghematan (austerity measures) yang diajukan PM George Papandreou. Parlemen Yunani akan mengadakan pemungutan suara terhadap proposal kebijakan penghematan pada hari Rabu besok, disusul dengan voting mengenai pelaksanaan undang-undang pada hari Kamis. sejauh ini para pelaku pasar merespon langsung apa yang tersaji di depan mata sehubungan dengan Yunani. Baik positif apalagi negatif, perkembangan situasi Yunani sangat menentukan nasib euro.

Masalah Eropa bukanlah luka kecil yang dapat selesai dengan sendirinya, tetapi penyakit ini dapat merebak seperti Kasus Lehman Brother Inc di Amerika Serikat, sampai sampai Investor miliarder George Soros mengatakan itu “mungkin tak terelakkan” bahwa mekanisme  akan diletakkan di tempat yang memungkinkan ekonomi lemah untuk keluar dari euro. “Tidak ada pengaturan untuk setiap negara meninggalkan euro, yang dalam situasi saat ini mungkin tak terelakkan,” Soros, 80, mengatakan pada sebuah diskusi panel di Wina kemarin apakah demokrasi liberal berisiko di Eropa. “Kita berada di ambang keruntuhan ekonomi yang dimulai, katakanlah, di Yunani, tetapi dapat dengan mudah menyebar. Sistem keuangan masih sangat rentan. “

Di lain pihak, dollar juga menhadapi masalah tersendiri mengenai pagu hutang (debt ceiling), meski para pembuat kebijakan AS telah menyatakan keyakinannya bahwa akan ada kesepakatan untuk menaikkan batas hutang negara sesuai batas waktu tanggal 2 Agustus mendatang. Tingkat dukungan terhadap dollar akan tergantung pada kemajuan perundingan antara Republik, Demokrat dan pemerintahan Obama. Dan beberapa analis mengatakan bahwa semua kebijakan fiscal Amerika Serikat dapat terselesaikan dengan sendirinya menjelang batas waktu yang disediakan oleh Senat Amerika Serikat.

 

To contact the editor responsible for this story:  Reza Aswin  at PT. ABC Future Indonesia   rz_aswin@yahoo.com

About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat