Saturday , 21 September 2019

AVERAGE DIRECTIONAL INDEX

Created on 02 February 2012 Written by Fikri

Average Directional Index atau yang (ternyata) biasa disingkat dengan ADX adalah suatu indikator untuk mengukur kekuatan sebuah trend (baik uptrend/downtrend). Pertama kali dikemukakan dalam buku yang berjudul New Concept in Technical Trading System oleh penemunya J.Welles Wilder (yang juga menciptakan (dengan izin Tuhan tentunya) indikator RSI dan Parabolic SAR). Garis ADX ditampilkan antara nilai 0-100 dalam skala vertikal.

Teori dasar pada metode ini menyatakan bahwa garis ADX yang meningkat mengartikan market sedang berada dalam sebuah trend yang menguat. Bila garis ADX mulai mengalami penurunan maka artinya trend tersebut melemah atau market sideways. Indikator ini memberikan signal kepada traders apakah market sedang dalam trend atau tidak, sehingga Indikator ADX merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan suatu trend.
Di dalam ADX tidak memperlihatkan adanya ovebought maupun oversold tidak seperti RSI dan Stocastic, dimana Kenaikan ADX merupakan indikasi suatu tren semakin kuat, baik itu bullish maupun bearish.
Indikator ADX terdiri atas:
  1. Garis ADX (Warna Merah) A
  2. Garis D+ (Warna Biru) C
  3. Garis D- (Warna Hitam) B

Gambar dibawah merupakan chart pair GBP/USD Timeframe 1H.

Kegunaan garis ADX itu sendiri adalah:
  • Garis ADX berada di daerah 0-20 = jangan ambil posisi, karena harga masih dalam tahap konsolidasi.
  • Garis ADX berada di daerah 20-30 = Siap-siap ambil posisi, karena didaerah ini harga mulai bergerak baik Uptren atau downtren.
  • Garis ADX berada di daerah 30-40 = Tren yang terjadi sedang KUAT, baik uptren maupun Downtren.
  • Garis ADX berada di daerah 40-100 = Tren yang sedang KUAT, sebentar lagi akan berakhir (posisi X pada gambar diatas).
Sedangkan fungsi dari Garis D- dan D+ adalah:
D+ memotong D- dari bawah, signal Uptrend
D- memotong D+ dari bawah, signal Downtrend
Sekarang coba perhatikan gambar dibawah ini: pair GBP/USD Timeframe 1H dan ADX periode 15
Perhatikan candle yang saya lingkari, itu menandakan harga terus bergerak turun dan perhatikan pada indikator ADX yang saya lingkari juga serta terjadi perpotongan D-memotong D+, disana harga terus bergerak turun dari lingkaran candle yang paling atas sampai paling bawah dan berakhir dilingkaran candle yang paling bawah, disana tampak jelas kegunaan dari garis ADX itu sendiri, pada lingkaran candle paling bawah lihat pula garis ADX yang saya lingkari dekat huruf X trend bearish telah habis karena garis ADX juga telah berada di daerah 40-100. ( http://www.gonshuai.com/2009/12/cara-penggunaan-indikator-adx-average.html )

About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Check Also

HAWKISH or DOVISH

Reza Aswin –  Jakarta, 3 Mei 2017   HAWKISH or DOVISH Dini hari nanti Pukul …

WhatsApp chat