Eropa Krisis Keuangan VS Kebijakan US QE3 ?

Minggu kemarin Saya memang tidak membahas fundamental karena setelah pergerakan yang besar biasanya terdapat suatu fase dimana berita akan menjadi lebih sedikit dan pergerakan harga masih didominasi oleh efek teknikal. Dalam minggu ini pun kita akan melihat berita berita yang sebenarnya pengulangan dari berita besar yang ada hanya ada beberapa modifikasi yang masih merupakan efek teknikal.

Fundamental

Krisis hutang daratan eropa ternyata belum dapat tuntas dan ini kan berlarut larut karena setelah penolakan Restrukturisasi Hutang Yunani maka negara tersebut mulai mengeluarkan konsep “Reprofiling”. Fitch telah men downgrade Yunani menjadi rating “B+” dimana kenyataan pahit ini telah menular ke negara terkuat ke 3 dikawasan eropa yaitu Itali. Standart & Poor telah menurunkan rating Itali dari “Stabil ke Negatif “. Akankah ini akan berdampak terhadap negara negara dikawasan eropa? Tentu saja “IYA”, walaupun inggris dan swiss mempunyai kebijakan moneter tersendiri (tidak dalam euro zone) tetapi perekonomian mereka tumbuh bersama dengan negara negara yang sekarang terkena krisis hutang. Ini merupakan keadaan yang dinilai oleh pelaku pasar sebagai keadaan yang rawan investasi.

Salah satu Kekuatan dari kawasan eropa adalah kebijakan moneter ECB yang masih memungkinkan menaikan suku bunga nya menjadi 1,5% dalam kurun waktu yang lebih cepat dari The Fed. Besar kemungkinan tidak akan ada kenaikan suku bunga ECB bulan Juni sehingga pelaku pasar selalu mencari informasi dan data data ekonomi yang mendukung kenaikan suku bunga Euro di bulan Juli. Jika saja pasar tidak ada peluang kenaikan suku bunga euro di kedua bulan tersebut maka dapat dipastikan bahwa EURO akan melemah secara signifikan terhadap USD (tentunya walaupun rumor suku bunga masih 1 atau 2 bulan lagi, para pelaku pasar akan mulai merespon dalam beberapa minggu kedepan).

US Dollar secara bertahap menunjukan suatu penguatan yang signifikan setelah FOMC MINUTES menunjukkan kebanyakan anggota FED menginginkan KENAIKAN suku bunga terlebih dahulu SEBELUM PENJUALAN aset/obligasi.
Sepertinya ini dipertimbangkan karena dengan menaikkan suku bunga terlebih dahulu FED memiliki FLEKSIBILITAS untuk menurunkan suku bunga kembali jika EKONOMI ternyata MUNDUR sehingga di saat itu ASET masih di tangan FED (pasar finansial TIDAK terguncang). Keadaan ini berubah saat 3 data Indikator ekonomia US Negatif (housing starts, leading indicators & Philly Fed) yang membuat ekspektasi pasar membuat ekspektasi pasar soal kelanjutan QE2 yang akan ber mutasi menjadi QE3. Tapi ini jika dianalisa maka ini bukan persoalan mudah untuk berlanjut ke QE3 karena Ini proses normalisasi moneter Fed butuh waktu, setidaknya 6 bulan.sampai adanya rumor QE3. Liquiditas di market US perlu mendapat perhatian The Fed saat diakhirnya pencetakan uang $ 600 Milyar bulan juni 2011.

Inflasi yang sangat tinggi di semua negara diakibatkan oleh pencetakan uang dan harga komoditas yang mempunyai yang sangat tinggi. Pembuat kebijakan moneter di Amerika, Inggris dan eropa sepakat bahwa harga komoditas yang tinggi saat ini hanyalah bersifat sementara, dan bola panas komoditas saat ini berada ditangan spekulan. Untuk itu harga komoditas sangat rentan terhadap koreksi yang terjadi (aksi ambil untung/ profit taking). Beberapa instrumen keuangan dalam bentuk ETCF yang sedang marak ini beberapa waktu lalu oleh institusi keuangan mulai di intervensi dengan bentuk menaikan Margin di setor guna mengimbangi tingginya permintaan pasar. Keadaan ini membuat harga komoditi menjadi turun secara tiba tiba.

Jika beberapa negara besar mengatakan bahwa harga komoditi yang tinggi saat ini  hanya bersifat “ Sementara” maka sebaiknya kita mulai berhati hati dalam menentukan open posisi “Buy” karena mereka adalah salah satu Pelaku Pasar Dunia.

Minggu depan yang terpenting adalah:

Jumat             : KOF CHF

Pending home sales US

 

Analisa:

Fundamental :

Minggu ini sebaiknya jangan terlalu rinci melihat berita kecuali Speak dari The Fed atau ECB. Efek teknikal masih berlanjut di minggu depan dan harga masih sideways.

Untuk P. Charly “Selamat Ulang Tahun Semoga Panjang Umur, Banyak Rezeki dan Sukses Selalu. GBU”


About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Check Also

HAWKISH or DOVISH

Reza Aswin –  Jakarta, 3 Mei 2017   HAWKISH or DOVISH Dini hari nanti Pukul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat