Laporan Kuartal Pertama 2012

Created on 09 April 2012 Written by Mikhael Jimmy

Tidak terasa Kuartal Pertama dari tahun 2012 ini sudah berlalu. Pertanyaannya, apa yang bisa kita pelajari dari tiga bulan tersebut ? Emas pada akhir Januari kemarin sempat naik karena spekulasi stimulus jilid tiga dari The Fed, saat Bernanke berbicara 25 Januari 2012.

Pada 29 Februari 2012 Ben Bernanke kembali berbicara dan menegaskan bahwa tidak akan ada Stimulus jilid tiga dalam waktu dekat, dan seketika itu harga emas ambruk dari kisaran 1790 ke 1690. Hari tersebut akan diingat banyak pelaku pasar karena hari tersebut menjadi momen dimana harga tertinggi dan terendah emas sepanjang bulan tersebut terjadi dalam hari yang sama. Dan akhir Maret lalu, Federal Open Market Comittee (FOMC) dalam catatan rapat mereka kembali menyatakan bahwa peluang untuk stimulus jilid tiga sangat kecil. Imbasnya Emas kembali sempat anjlok ke level 1612 USD/ Troyounce.

Pelajaran pertama yang bisa kita tarik adalah, Harga emas akan kembali naik jika stimulus jilid tiga dari The Fed berjalan. Jika masih sebatas spekulasi harga emas dan komoditas lainnya bisa kembali tertekan, namun jika stimulus jilid tiga dari The Fed berjalan maka tren pelemahan USD akan terjadi.

Kedua, selama Kuartal Pertama Tahun 2012 ini, Indeks Saham Amerika melejit kembali ke level-level penting sebelum krisis. Dow Jones diatas 13.000, S&P diatas 1.400, Nasdaq bahkan diatas 3.000, level sebelum terjadinya peristiwa “Bubble.com”. 13.000 di DJI & 1.400 di S&P berada di level sebelum krisis yang diakibatkan Lehmann Brothers. Peristiwa dimana Wall Street terangkat naik, diikuti bursa-bursa di negara lain, seperti Indonesia yang baru-baru ini menorehkan rekor IHSG di 4.215, disebabkan pengalihan risiko dari instrumen lain seperti logam mulia serta komoditas lainnya. Saham-saham yang murah dibeli, khususnya di Bursa Amerika. Saham Apple bahkan sempat menyentuh $600 per lembarnya, yang jika dihitung-hitung selama sepuluh tahun kebelakang memberikan imbal hasil lebih baik dari investasi emas.

Ketiga, Pemilu Presiden Di Amerika hampir selalu diawali dengan reli kenaikan Wall Street. Dan setiap reli pasti akan berakhir dengan Profit Taking. Menilik beberapa tahun terakhir, aksi Profit Taking disertai dengan berita fundamental yang memiliki dampak besar. Dan dari peristiwa diataslah yang biasanya membiayai kampanye Presiden Amerika.

Dari tiga hal diatas, muncullah pertanyaan kapan ? Kapan hal tersebut akan terjadi ? Pengalihan risiko telah terjadi dan kemungkinan akan terus terjadi minimal tiga bulan kedepan. Pemilu Presiden Amerika dijadwalkan pada bulan Oktober-November 2012, dan jika kita mencoba mereka-reka masalah waktunya, maka kemungkinan paling cepat bulan Juni-Juli bisa menjadi titik balik tren penguatan USD. Sedangkan berita fundamental besar yang bisa memicu profit taking besar-besaran bisa terjadi di sekita bulan Mei, atau Agustus tahun ini.

 

Solusinya adalah tentukan pilihan anda, apakah hendak ikut tren atau berpartisipasi saat momen Profit Taking. Setelah membidik pilihan anda, amati dengan cermat, dan penuh kesabaran. Waspadai setiap keputusan rapat The Fed atau pernyataan Ben Bernanke !

About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Check Also

HAWKISH or DOVISH

Reza Aswin –  Jakarta, 3 Mei 2017   HAWKISH or DOVISH Dini hari nanti Pukul …

WhatsApp chat