Saturday , 21 September 2019

Moody’s ….

Written by: Reza Aswin, Jakarta 06 Juli 2011

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa Drama Yunani bukanlah cerita pendek yang dapat selesai dalam waktu singkat. Krisis utang Zona Euro yang sempat sedikit “terlupakan” sejak Yunani menunjukkan kemajuan-kemajuan positif dalam upaya mengatasi belitan krisis utangnya. Menteri-menteri keuangan Zona Euro menyetujui paket bantuan senilai 12 miliar euro bagi Yunani, sebagai lanjutan dari skema dana bantuan pertama senilai 110 miliar euro yang hingga bulan Maret lalu baru dicairkan 53 miliar euro. Tetapi Pernyataan Downgrade datang seketika dihari Senin (4/7) Standard & Poor’s mengancam akan menurunkan rating kredit Yunani menjadi selective default jika perbankan Prancis dan Jerman jadi me-rollover surat utang Yunani menjadi obligasi dengan jangka waktu yang lebih panjang. Hari Selasa (5/7) Moodys Investors Service kembali mebuat memangkas rating kredit di Portugal di bawah investment grade, menyoroti kekhawatiran krisis utang berlanjut di luar Yunani. Moody menurunkan peringkat jangka panjang obligasi pemerintah Portugal menjadi Ba2 atau kelas sampah, dari sebelumnya di level Baa1, karena adanya risiko akan membutuhkan putaran kedua pembiayaan internasional. Keadaan ini sementara membuat ekspektasi akan naiknya suku bunga euro dari 1,25% menjadi 1,5% diabaikan oleh pasar, sehingga tekanan turun terhadap pair eurusd terjadi sejak kemarin, walaupun dalam range terbatas.  Tidak sampai situ saja Moody’s juga menyatakan bahwa China bisa menghadapi masalah pinjaman yang lebih berat dari yang semula diperkirakan. Pernyataan Moody’s tersebut memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi China yang menjadi salah satu roda penggerak utama perekonomian dunia.

Deretan berita negatif mengenai prospek perekonomian dunia, berdampak kepada menguatnya franc Swiss. Dengan statusnya sebagai safe-haven favorit, franc menguat cukup tajam sekitar 0,8 persen dari level pembukaan.

Perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada agenda rapat kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis (7/7) besok. ECB diharapkan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,50 persen. Naiknya suku bunga ECB bisa memberikan nafas lega bagi euro, meski kemungkinan besar hanya akan bersifat sementara kecuali ECB akan menaikan suku bunga secara kontinyu untuk beberapa bulan kedepan.

Selain itu perlu diperhatikan adanya perekonomian China yang overheating sehingga dengan tingkat inflasi yang tinggi membuat Negara tersebut harus secepatnya mengetatkan kebijakan moneternya. Asumsi bahwa tingginya tingkat inflasi dunia dikarenakan oleh harga komoditas yang naik tajam, membuat China menghindari kenaikan suku bunga guna mengendalikan tingkat inflasi dan merupakan alternative yang selalu dikemukakan oleh PM China .  Sementara Negara mitra bisnisnya Australia terdepresiasi versus 12 dari 16 mata uang yang paling banyak diperdagangkan pasca bank  sentral  mempertahankan  suku  bunga  utama Australia,  sembari  mengatakan  bahwa  pertumbuhan tahun  ini  mungkin  akan  meleset  dari  target.

 

  • Akankah ECB akan menaikan suku bunganya secara kontinyu?
  • Mampukah China mengendalikan inflasi diatas 6% tanpa harus menaikan suku bunga?
  • Benarkah issue RBA   akan memangkas tingkat suku bunga pada tahun ini?

 

 

 

To contact the editor responsible for this story:  Reza at PT. ABC Future Indonesia   rezafile@ymail.com

About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Check Also

HAWKISH or DOVISH

Reza Aswin –  Jakarta, 3 Mei 2017   HAWKISH or DOVISH Dini hari nanti Pukul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat