Saturday , 21 September 2019

Recession or recovery……

Walaupun Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi mengatakan di hadapan Parlemen Eropa bahwa kebijakan fiskal yang disepakati pada pertemuan Uni Eropa pada 9 Desember sangat penting untuk menyelesaikan krisis utang dan menunjukkan komitmen kawasan euro, namun Kecemasan bahwa krisis hutang zona Euro akan kian memburuk pada tahun depan, telah memaksa investor mempertahankan strategi sell on rally untuk Euro. “Krisis masih jauh dari selesai. Mungkin kita akan melihat lebih banyak tekanan pada obligasi Italia dan Spanyol, dan lebih banyak tekanan pada Euro,” kata Ulrich Leuchtmann, kepala riset forex Commerzbank. “Tidak ada cukup faktor yang mendukung Euro untuk beranjak lebih tinggi terhadap Dollar hari ini.” tambahnya, peramalan euro untuk mencelupkan ke $ 1,25 pada tahun 2012. Leuchtmann menambahkan, banyaknya posisi short spekulatif pada Euro terhadap Dollar telah memperlambat momentum penurunan, kendati demikian ia memperkirakan euro akan terperosok hingga ke kisaran $1.25 pada tahun 2012.

Sama halnya dengan Eropa, Presiden AS Barack Obama dan pimpinan DPR masih menemui jalan buntu atas kesepakatan untuk memperpanjang pemotongan pajak gaji yang akan habis pada akhir tahun ini. Dalam sebuah pernyataannya, Obama menyalahkan kurangnya kemajuan pada ” fraksi” Republik. Dia juga mengatakan kepada Ketua DPR John Boehner melalui telepon bahwa ia akan memulai pembicaraan tentang kesepakatan setahun penuh sesegera mungkin agar DPR menyetujui tagihan sementara. Jika Kongres gagal untuk bertindak, diperkirakan 160 juta orang Amerika akan melihat pajak gaji mereka meningkat pada 1 Januari 2012.
Presiden mengatakan bahwa kaum konservatif di DPR menghalangi bagian dari RUU yang sebagian besar telah disepakati oleh Demokrat dan Republik. Dia menuduh orang-orang yang menentang kesepakatan itu tidak menghargai betapa pentingnya kredit pajak bagi pekerja Amerika.

Setelah beredar rumor bahwa Bank of England akan meluncurkan QE kembali di bulan Februari 2012, maka para pelaku pasar mulai meragukan GBP akan menjadi safe haven pada saat ini.  Data GDP Inggris pada Q3 direvisi naik oleh Office for National Statistics menjadi 0,6% dari sebelumnya 0,5%, dengan beberapa ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mengalami penurunan tajam pada kuartal terakhir 2011 dan awal 2012. “Kendati sentimen terhadap resiko terlihat membaik, mayoritas pelaku pasar terlihat mulai enggan mengambil posisi menjelang akhir tahun,” kata Jeremy Stretch, analis mata uang CIBC. “Untuk saat ini area $1.57/1.58 mungkin menjadi level yang cukup baik untuk mengambil posisi short hingga memasuki 2012 mengingat Dollar masih berpotensi menunjukkan kinerja yang kuat pada kuartal pertama,” tambahnya.

Sementara pada musim panas emas naik tajam seiring investor menghindari aset beresiko dan beralih pada emas sebagai safe haven, emas saat ini nampaknya bergerak sejalan dengan aset beresiko, seperti bursa saham dan euro, yang cenderung menguat ketika dollar tertekan. “Investor tidak mencari emas sebagai safe haven, dan itulah penyebab performa buruk emas,” ucap Eugen Weinberg analis Commerzbank. “Tidak mengejutkan untuk melihat pelemahan emas terus berlanjut.” Ia menambahkan, “Kenaikan harga sebelumnya juga diakibatkan minat spekulasi, dan nampaknya kini telah mereda. Emas akan mencapai dasarnya dalam beberapa bulan kedepan, dan mengingat tingginya resiko saat itu, menurutku harga akan naik.”

Fenomena inilah yang membuat beberapa hari belakangan ini harga menjadi cenderung sideways dimana pasar yang sepi mendekati liburan Natal dan Tahun baru membuat para pelaku pasar masuk dalam keadaan menunggu (wait & see)

About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Check Also

HAWKISH or DOVISH

Reza Aswin –  Jakarta, 3 Mei 2017   HAWKISH or DOVISH Dini hari nanti Pukul …

WhatsApp chat