Monday , 24 September 2018
Breaking News
Home » Analysis » Time to Trade

Time to Trade

By. Reza Aswin, 20 September 2017

 

Time to Trade

Banyak trader / Investor yang menunggu hari ini untuk memulai Trading (Time to Trade) tetapi banyak juga yang bertransaksi sejak awal minggu ini. Sebenarnya dari sini kita bisa mengaca dan melihat karakter trading kita, apakah jangka pendek, menengah atau panjang, karena semua Investor trader long term akan melakukan wait & see , sampai Janet Yellen membuat  kebijakan moneter Amerika kamis dini hari nanti. Market sideways terjadi dari 10 hari lalu, dimana koreksi penguatan US Dollar menjadi sangat signifikan setelah penurunan US Dollar selama 6 bulan terakhir. memang banyak faktor yang dapat melemahkan US Dollar pada saat itu, antara lain Ricuhnya Gedung Putih, Ketegangan disemenanjung Korea antara Trump dengan ” Rocket Man”  , ,badai topan hurrican harvey & Irma yang menyapu florida, debt ceilling sampai gonjang ganjing gary cohn masuk sebagai nominasi penggati Janet yellen di bulan febuari 2018. Berita baik dan berita buruk menjadikan alasan untuk market sideways disaat pasar menunggu signal kelanjutan normalisasi yang akan dilakukan The Fed tahun ini, walaupun kita tahu bahwa index dollar masih berada dalam channel down trend.

Pengurangan asset the Fed yang telah berkembang menjadi $4,5 Trilliun merupakan kebijakan yang akan diambil The Fed , mengingat banyak pengamat ekonomi mengatakan bahwa FOMC meeting dini hari nanti tidak akan menaikan suku bunga. hal ini didasari oleh data ekonomi selama 1 bulan terakhir tidak terlalu mendukung kenaikan suku bunga bulan ini, dan tentunya pertaruhannya ada di bulan desember 2017.

Permasalahan nya adalah saat The Fed mengurangi neraca nya , apakah US Dollar akan melemah atau menguat?

Seperti telah diuraikan diatas tentang ketegangan Amerika dan Korea Utara serta adanya faktor cuaca yang tentunya membuat data ekonomi amerika memburuk di bulan ini, akan membuat para pelaku pasar takut untuk memegang US Dollar. Dengan issue Normalisasi/ kenaikan suku bunga , serta bongkar asset The Fed tidaklah membuat atmosfir ekonomi amerika menjadi lebih baik. Para pelaku pasar tentunya agak takut mengirimkan Saham dan obligasi ke tingkat yang lebih tinggi, mengingat Inflasi dan pertumbuhan Amerika masih sebagai hambatan. Euro dan Pondsterling akan menjadi primadona saat US Dollar melemah dan USDJPY akan naik ke level 112.80 an jika pasar merespon hawkish terhadap keinginan the Fed untuk menaikan suku bunga di bulan desember.

 

 

About Reza Aswin

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia, Email : rezafile1966@gmail.com

Check Also

KETIDAKPASTIAN

Reza Aswin, 13 april 2017   Ketidakpastian Ini merupakan kata ajaib yang dapat membuat pasar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.