Saturday , 21 September 2019

TURMOIL

Written by: Reza , Jakarta 25 Agustus 2011. 20.02 WIB

Sejak memasuki bulan Ramadhan, kegiatan saya menjadi bertambah banyak terutama kegiatan religi, tetapi dunia tetap berputar dan market selalu bergerak tanpa henti. Apa yang terjadi dipasar sehingga semua analis mengatakan “ TURMOIL”

Banyaknya permasalahan dunia tahun ini membuat pelaku pasar panik dan Pasar terlihat tidak normal. Index Dow Jones Naik Turun 500 – 600 point, USDCHF yang biasanya cenderung statis tiba tiba membuat range 300 – 560 point dalam 1 hari, Gold setiap hari membuat new record high dengan pergerakan 8.000 pips dan sekarang koreksi cukup tajam. Sebenarnya apa yang terjadi sehingga timbul pergerakan market yang mempunyai tingkat kekacauan yang tinggi seperti ini?.

Jika kita urut dari awal maka secara umum terjadi beberapa bencana yang terjadi di tahun ini. Bencana Tsunami yang berdampak Krisis Nuklir di Japan, lalu Kawasan Eropa under fire karena  Bencana Keuangan yang berakibat Krisis Hutang di daratan Eropa, lalu disambung dengan Limit Hutang USA yang berdampak pada turunnya rating AS. Semua kejadian diatas merupakan Tema Perekonomian Dunia tahun ini dan berujung pada “ Prospek Pertumbuhan Global yang melambat”. Semua fenomena diatas membuat suatu kekacauan di pasar dan para pelaku pasar menjadi panik sehingga harga mulai tidak terkendali dan Investor melakukan hedging ke dalam Gold yang menyebabkan harga emas mencapai $ 1.911.60/TO. Akankah ini berlanjut ?

Bernanke dalam kapal besar The Fed mempunyai skenario untuk melemahkan mata uangnya dengan membuat kebijakan maintain interest rates at near zero for two years.  What’s more, there are growing disagreements among the board members. Jumat , 26 Agustus 2011 pukul 21.00 wib, Ben Bernanke akan berbicara di hadapan petinggi bank sentral dalam symposium Jackson hole, dan ini menjadi penting mengingat awalnya QE2 diluncurkan setelah diberikan signal oleh Big Ben di tempat ini .Bernanke essentially admitted that quantitative easing, and particularly QE2, has failed at producing a self-sustaining economy.  A look at different asset classes, including gold, oil, equities, the U.S. dollar, and emerging market equities, gives some insight into the failure of QE2. .  Akankah Ben Bernanke akan memberikan nada tekanan yang sama guna meluncurkan QE3 di Jackson Hole Symposium? Tidak ada yang tahu tentunya sebelum Big Ben bicara, dan rumor pun banyak beredar untuk membuat spekulasi di pasar sehingga harga akhir-akhir ini seperti Roller Costers.

Beberapa analis mengatakan bahwa “QE3: Steroids for Commodities” yang berarti bahwa jika QE3 diluncurkan maka pasar emas, pasar Saham pertambangan bahkan pasar saham pertanian akan kembali naik. Tentunya jika yang terjadi kebalikannya maka anda jauh lebih mengetahuinya dari pada saya.

 

To contact the editor responsible for this story:  Reza Aswin  at PT. ABC Future Indonesia   rz_aswin@yahoo.com

About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Check Also

HAWKISH or DOVISH

Reza Aswin –  Jakarta, 3 Mei 2017   HAWKISH or DOVISH Dini hari nanti Pukul …

WhatsApp chat