Friday , 18 January 2019
Breaking News
Home » Analysis » UNDERLYING SENTIMENT

UNDERLYING SENTIMENT

Reza Aswin, 26 Febuari 2017

Underlying Sentiment

 

Panik adalah kebiasaan manusia dalam hal apapun. Dan panik saat melihat harga di Market tidak sesuai dengan harapan sama dengan LOSS. Banyak patner trading saya bertanya : Katanya US menguat kok malah melemah ? bagaimana sih Rez?. Sebelum saya menjawab pertanyaan ini maka kita harus mengerti suatu sentiment yang melandasi semua peristiwa yang terjadi dimuka bumi ini, dan dinamakan UNDERLYING SENTIMENT.  Jika anda melihat arti underlying sentiment adalah sentimen yang mendasari suatu peristiwa atau kejadian, dan kita harus mengetahui secara detail mengapa suatu peristiwa terjadi dan apakah ini akan berlanjut atau hanya sementara.

Secara global kita sudah mengetahui bahwa cara terbaik mengetahui arah harga di market adalah mengetahui US Dollar akan kemana. Kita sudah mengetahui bahwa jika Amerika membaik maka Dollar akan menguat dan semua index harga saham dunia ikut akan melonjak. Sehingga wajarlah  jika cukup mengetahui kebijakan The Fed, maka kita sudah bisa memprediksi Pair yg melawan US Dollar.

KeberadaaThe Fed akan menaikan suku bunga sebanyak kurang lebih 3 x dalam tahun 2017 dan kometar semua member The FED yang hawkish, merupakan signal bahwa US Dollar akan menguat dan inilah yang disebutkan dalam banyak artikel sebagai underlying sentiment. Tetapi bagaimana hal nya dengan USDJPY dan lainnya yang akhir akhir ini menguat ? Setiap penguatan atau pelemahan di mata uang memang tidak akan seperti tiang listrik naiknya dan turun seperti sumur bor yang tidak mengenal koreksi. jika anda membeli barang dagangan di level rendah, dan saat sudah tinggi harganya maka anda pasti akan menjualnya . agar saat harga turun kembali, anda dapat membeli kembali di level rendah dan ini akan menambah Return on Investment. Perputaran uang, Stock barang, kebutuhan dll dll adalah faktor anda menjual barang dagangan yang anda punyai saat ini. Begitu juga dengan harga di market yang akan terkoreksi jika sudah terlalu kuat atau terlalu lemah, karena pada dasarnya Bank sentral tidak akan pernah memberitahukan kepada anda bahwa mereka akan lakukan kebijakan intervensi, baik fisik maupun verbal.

Tetapi satu yang anda pelu perhatikan bahwa underlying sentiment menjadi sangat penting, mengingat ini akan berlangsung lama dan besifat kontinyu. Sebagai contoh adalah Eropa dengan underlying sentiment negatif, dimana uni eropa sedang benar benar di tinggalkan oleh para investor. Faktor nya antara lain : calon presiden Prancis Le pen, saat ini sedang naik daun meninggalkan pesaingnya yang terkena kasus atau skandal. Le pen merupakan tokoh Frenxit dan jika dia terpilih maka wanita ini akan menjadi Trump eropa, dimana sifat proteksionis nya akan mewarnai keluarnya prancis dari uni eropa dan menutup pintu bagi para imigran yang membuat eropa kebanjiran Bomb. Begitu juga rumor lama berhembus kembali dimana Irlandia dan Skotlandia yang ingin merdeka setelah Inggris melakukan BREXIT. Ini adalah efek domino dari brexit tentunya dimana kedua negara tersebut punya harapan untuk memisahkan diri dari Inggris tetapi tetap di dalam uni eropa. Hal hal seperti inilah yang dinamakan underlying sentiment untuk mata uang di eropa, clear and done .

Lalu mengapa US Dollar melemah akhir2 ini?  memang tidak dapat dipungkiri bahwa kebijakan trump untuk melemahkan us dollar sangat berdampak bagi penguatan us dollar yang sedang berlangsung, dimana bank sentral amerika mempunyai kebijakan yang berseberangan dengan kebijakan pemerintah amerika sendiri. Ini bukan hal yang baru didunia, dimana saat PM Abe menjabat menjadi perdana menteri Jepang, mempunyai kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan bank of japan yang dahulu masih dijabat oleh Shirakawa, dan akhirnya Shirakawa mengundurkan diri dan diganti oleh kuroda. Sejarah ini yang menjadi faktor ketakutan market dimana janet yellen bisa saja diganti saat trump menjabat sebagai presiden Amerika. Walaupun banyak ekonom dunia mengatakan bahwa The Fed adalah lembaga independen dan tidak dapat dipengaruhi oleh politik, tetapi kita harus ingat bahwa sejarah bisa saja terulang dengan turunnya Shirakawa digantikan oleh Kuroda yang merupakan sekutu dari PM Abe.

apa yang akan membuat US Dollar akan naik kembali ? lihat data ISM, ADP , Beige Book , NFP beberapa hari kedepan dan kita tahu bahwa NFP diundur waktunya bukan pada jumat minggu depan ini.

About Reza Aswin

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia, Email : rezafile1966@gmail.com

Check Also

HAWKISH or DOVISH

Reza Aswin – ¬†Jakarta, 3 Mei 2017   HAWKISH or DOVISH Dini hari nanti Pukul …

One comment

  1. Terima kasih Pak Reza.
    Untuk saat ini saya masih yakin the Fed akan menaikkan suku bunga, mengingat pembahasan kemarin bahwa the Fed Yellen mengatakan : “Tidak bijak jika kenaikkan suku bunga diundur-undur”

    Selama the Fed Yellen masih menjabat, dan data-data US masih bagus, saya masih yakin USD menguat.

    Maka dari itu, ada bawah = buy.

    Salam Profit!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.