Saturday , 21 September 2019

War in The Gulf II …..

Perang Teluk ke Dua sepertinya akan terjadi apabila Selat Hormuz ditutup oleh Iran. Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond mengatakan bahwa Inggris mungkin akan melakukasn aksi militer jika Iran menjalankan ancamannya untuk menutup Selat Hormuz. Usaha apapun oleh Iran untuk menutup jalur lautnya sebagai realiasi terhadap sanksi larangan ekspor akan dinliai “illegal dan sia sia,”
serta Royal Navy akan melakukan aksi militer untuk menjaga jalur pengapalan tetap dibukan, ucap Hammond di Washington. Saat ini Parlemen Iran sedang merancang sebuah undang-undang untuk melarang masuknya kapal perang asing ke Selat Hormuz. Iran juga menuntut setiap kapal asing agar meminta izin terlebih dahulu ke Angkatan Laut Iran bila ingin melintas di perairan itu. Rancangan undang-undang itu diumumkan di tengah munculnya ketegangan di Selat Hormuz antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Iran sebelumnya juga memperingatkan kapal induk AS USS John C Stennis yang bertenaga nuklir agar tidak melintas di Teluk Persia. “Bila kapal perang negara lain melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan koordinasi dari Angkatan Laut Iran, mereka akan dihentikan,” ujar anggota Parlemen Iran Nader Qazipour seperti dikutip Fars, Jumat (6/1/2012). Qazipour juga menegaskan, Selat Hormuz dan Teluk Persia juga merupakan wilayah perairan milik Negeri Persia itu dan rancangan undang-undang itu akan segera dipresentasikan di depan seluruh anggota Parlemen Iran pada pekan depan.

Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi bahkan melontarkan komentar yang sangat tegas. Dirinya mengatakan, pasukan asing tidak berhak melintas di wilayah perairan Iran. Vahidi juga mengumumkan, Iran akan segera mengorganisir latihan militer gabungan dengan negara tetangganya. Beberapa hari yang lalu, Pentagon mengumumkan, kapal USS John Stennis akan tetap berlayar di Teluk Persia meski ada ancaman dari Iran. AS juga menilai, ancaman yang dilontarkan Iran tak lain hanyalah berupa provokasi. AS juga menilai, dirinya perlu menjamin keamanan di jalur distribusi migas dunia tersebut.

Beberapa hari yang lalu, Pentagon mengumumkan, kapal USS John Stennis akan tetap berlayar di Teluk Persia meski ada ancaman dari Iran. AS juga menilai, ancaman yang dilontarkan Iran tak lain hanyalah berupa provokasi. AS juga menilai, dirinya perlu menjamin keamanan di jalur distribusi migas dunia tersebut.

Fenomena diatas merupakan peluang bagi emas untuk melanjutkan kenaikannya untuk beberapa hari kedepan, walaupun masih mempunyai peluang terhadap resiko penurunan, walaupun kecil. Harga emas mengalami kenaikan, mencetak rally terpanjang dalam 10 pekan, dimana 4 hari berturut turut gold naik tanpa koreksi. Kecenderungan koreksi naik emas masih berlanjut selama harga bertahan di atas area support 1616 (bottom line 1581) dengan Target 1658 (Top line 1707)  . Closing Daily diatas 1625 maka Bullish akan berlanjut. Sementara break ke bawah area 1581 dapat menjadi ancaman bagi outlook bullish saat ini.

About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Check Also

HAWKISH or DOVISH

Reza Aswin –  Jakarta, 3 Mei 2017   HAWKISH or DOVISH Dini hari nanti Pukul …

WhatsApp chat