Ancaman Resesi Membayangi Jepang Yang Berencana Memberlakukan Keadaan Darurat ke-3 Untuk Mengatasi Pandemi

Jakarta, 22 April 2021, 13.16 WIB ( Lilis )

Tokyo melaporkan 843 kasus baru pada hari Rabu, 21 April 2021, angka terbesar sejak 29 Januari selama gelombang ketiga pandemi dan keadaan darurat sebelumnya. Prefektur Osaka melaporkan 1.242 infeksi setiap hari, mendekati rekor tertinggi yang tercatat minggu lalu.

Pemerintah Jepang diperkirakan akan memberlakukan keadaan darurat ketiga ( akan dibuat paling cepat Jumat, 23 April 2021 )  di Tokyo  dan tiga prefektur barat lainnya yang dapat berlangsung sekitar dua minggu ( 25 April hingga 11 Mei  ) untuk menangani lonjakan jumlah kasus COVID-19 baru.

Beberapa analis mengatakan keputusan ini dapat mendorong Jepang kembali ke resesi jika retailer diminta untuk menutup selama liburan Golden Week( 29 April 2021 –  Rabu 5 Mei 2021), juga akan menimbulkan keraguan apakah Tokyo dapat menjadi tuan rumah Olimpiade pada bulan Juli, meskipun Perdana Menteri Yoshihide Suga ada jaminan bahwa itu akan berjalan sesuai rencana.

Jika diterapkan di Tokyo  dan tiga prefektur barat lainnya maka tindakan darurat tersebut akan mencakup hampir seperempat populasi Jepang yang berjumlah 126 juta dan sekitar 30% dari produk domestik bruto (PDB).

Meskipun ekonomi Jepang telah bangkit dari kemerosotan parah tahun lalu berkat ekspor yang kuat namun analis memperkirakan PDB menyusut pada kuartal pertama karena terpukulnya konsumsi dari pembatasan darurat kedua yang diluncurkan pada Januari .

Meskipun pemberlakuan keadaan darurat kemungkinan tidak akan memicu pelonggaran moneter tambahan, tapi hal itu dapat mempengaruhi proyeksi pertumbuhan kuartalan Bank of Japan yang akan keluar minggu depan, kata para analis.

“Mengingat prospek permintaan global yang kuat, BOJ mungkin tidak akan membuat perubahan besar pada perkiraan pemulihan yang moderat,” kata Izuru Kato, kepala ekonom di Totan Research.

“Tapi kontraksi pada PDB kuartal kedua tidak bisa dikesampingkan, jadi BOJ mungkin akan mengeluarkan banyak peringatan tentang risiko permintaan domestik,” katanya.

Jepang memulai suntikan Vaksin pada bulan Februari, lebih lambat dari kebanyakan negara ekonomi utama  lainnya . Sejauh ini, hanya 1,1% dari publik yang telah menerima vaksin pertama mereka, dibandingkan dengan 3,4% di Korea Selatan, dan 49% di Inggris Raya.

 

 

 

 

Kesimpulan :

 

Ekonomi Jepang yang baru mulai bangkit akan kembali menghadapi ancaman resesi dengan diberlakukannya keadaan darurat ketiga karena  dikhawatirkan dapat membuat PDB kembali menurun, yang berefek membuat ekonomi Jepang kembali merosot.

 

 

Efek terhadap pasar : JPY cenderung BEARISH

 

 

What To Pair    : CAD

 

 

Currency Scoring :

CAD                            = 5,6

JPY                             = 2,5

DIFFERENCE           = 3,1

 

 

Direction                    : ( CAD / JPY ) BULLISH  ( BUY )

 

 

Timeframe                 : Daily ( D )

 

 

 

R3 = 88.000                            S3 = 84.600

R2 = 87.500                            S2 = 85.425

R1 = 87.000                            S1 = 86.000

About Reza Aswin

Check Also

Powell yang bernada Hawkish membuat Dollar menguat

Rio Wibawa Jakarta, 23 September 2021, 08:27 WIB   Jerome Powell semalam menyampaikan hasil meeting …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami