Angka Inflasi Amerika Serikat diprediksi akan mencapai 7.2%

Rio Wibawa

Jakarta, 10 Februari 2022, 11:32 WIB

 

Salah satu data penting yang berdampak pada pembuatan kebijakan di The FED adalah data inflasi atau CPI yang akan dirilis nanti malam. Tergantung dengan angka CPI nanti, The FED dapat bertindak lebih agresif dalam menaikkan suku bunganya jika CPI berada di atas perkiraaan para ahli ekonomi yaitu 0.4% yang membawa kenaikan inflasi YoY mencapai 7.2%, tertinggi sejak 1982. Jika angka CPI mencapai angka ini, dapat dipastikan bahwa USD akan menguat dalam pasaran karena kemungkinan The FED menaikkan suku bunganya secara agresif semakin besar. Di sisi lain, jika data CPI berada di bawah 0.4%, maka USD akan melemah secara sementara karena jangka panjang, tren USD masih tetap bullish terutama karena pada bulan Maret, The FED sudah pasti akan menaikkan suku bunga untuk melawan tingkat inflasi yang tinggi. Selain itu, di Jepang, terdapat kondisi yang jauh berbeda dimana BoJ merupakan salah satu bank yang diprediksi akan menjadi bank sentral terakhir atau mendekati terakhir yang akan menaikkan suku bunganya. Banyak ahli ekonomi yang memprediksi bahwa Jepang mengalami defisit perdagangan terbesar selama 8 tahun terakhir karena naiknya biaya impor untuk bahan baku dan minyak. Selain itu, penyebaran virus covid-19 terus memecahkan rekor harian yang membuat Perdana Menteri Jepang memperpanjang batasan covid-19 di 13 prefektur termasuk Tokyo untuk membatasi penyebaran varian Omicron. Hal ini tentu akan melemahkan ekonomi Jepang dan membuat JPY melemah di perdagangan.

 

Kesimpulan:

Adanya kemungkinan besar bahwa data CPI yang dirilis nanti malam akan menunjukkan kenaikan tertinggi untuk tingkat inflasi AS sejak 1982 akan mendorong penguatan USD di perdagangan sedangkan adanya prediksi bahwa Jepang akan mengalami defisit perdagangan terbesar sejak 8 tahun terakhir dan adanya perpanjangan aturan pembatasan untuk varian Omicron akan melamhkan perekonomian Jepang dan membuat JPY melemah di perdagangan.

 

Efek terhadap Pasar: Tren Bullish untuk USD dan Tren Bearish untuk JPY

 

Pasangan Pair untuk ditrade:  USD / JPY

 

Indikator Nilai Ekonomi:

USD = +0.00

JPY = -0.91

 

Timeframe: D1

 

Target Open Posisi

Support 1: 115.335

Support 2: 114.831

Support 3: 114.299

 

Target Take Profit

Resistance 3: 117.722

Resistance 2: 116.988

Resistance 1: 116.130

Sumber:

https://www.cnbc.com/2022/02/09/january-consumer-inflation-expected-to-rise-7point2percent-highest-since-1982.html

https://www.cnbc.com/2022/02/09/feds-mester-says-each-meeting-is-going-to-be-in-play-for-rate-hikes-this-year.html

https://www.cnbc.com/2022/02/09/feds-bostic-says-more-than-3-hikes-possible-this-year-but-need-to-see-how-economy-responds-.html

https://www.reuters.com/markets/asia/japans-jan-consumer-inflation-slows-trade-deficit-biggest-8-yrs-2022-02-10/

https://www.reuters.com/world/asia-pacific/japan-extend-virus-quasi-emergency-13-regions-until-march-6-nhk-2022-02-09/

About Reza Aswin

Check Also

Angka CPI Amerika Serikat Menurun, Namun Masih Melebihi Ekspektasi

Rio Wibawa Jakarta, 12 Mei 2022, 11:59 WIB   Tingkat inflasi Amerika Serikat yang dirilis …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp Hubungi Kami