Brexit Mempersulit Industri Inggris, Harga Minyak Kembali naik

Stanislaus Adrian Pratama, Jakarta, 18.01 WIB

65% Industri merespon dengan adanya Brexit menaikan biaya produksi dan 54% mengalami kesulitan dalam kegiatan eksport ke Eropa, penyesuaian ini diprediksi akan mengurangi 1% pendapatan ekonomi atau setara dengan 5 Miliar pounds, dan ekspektasi perdagangan akan turun sebanyak 10%.

https://www.reuters.com/article/us-britain-eu-economy/brexit-causing-supply-problems-for-small-uk-manufacturers-survey-idUSKBN2AF00F?il=0

Cadangan minyak dunia semakin berkurang dan Timur Tengah yang kurang kondusif, menaikan harga minyak dunia, beberapa negara maju sudah memberikan stimulus besar-besaran dengan harapan index belanja naik, dan akan berimbas pada permintaan akan minyak bumi karena ada peningkatan aktifitas.

https://www.reuters.com/article/us-global-markets/global-shares-hit-new-peak-oil-up-on-middle-east-tensions-idUSKBN2AF01B?il=0

Dengan adanya kenaikan harga minyak dunia ini maka Canada akan diuntungkan, dan sulitnya Industri di Inggris beradaptasi dengan Brexit akan memperlambat pertumbuhan ekonomi di Inggris. Canada akan mendapatkan sentiment positif atas pontensi peningkatan devisa negara, sedangkan kepercayaan investor terhadap Inggirs sementara akan berkurang, maka GBPCAD akan cenderung bearish

Pair        : GBPCAD
OP          : Sell
Price      : 1.76433 – 1.76600
TP           : 1.75687 – 1.65481

About Reza Aswin

Check Also

Kebijakan BOJ Yang Tetap Mempertahankan Kebijakan Moneter Dapat Membuat Yen Melemah

Surabaya, 19 November 2021 Oleh:Leo Andre D Editor : Steven G. Tunas Keputusan dari gubernur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami