Saturday , 28 November 2020
Bull and bear , symbolic beasts of market trend

BUCK IS BACK….

Reza Aswin | 1 Juni 2015

 

Penguatan US Dollar mulai terlihat dari dirilisnya data ekonomi yang cenderung membaik. Data CPI , PPI, Jobless dan komentar Yellen di  Rhode Island, membuat suatu expectation bahwa The Fed akan menaikan suku bunga nya.

Pagi ini beberapa Client menanyakan kepada kami : ” Beneran nich US Dollar menguat ? Nanti saya Sell Euro atau Sell Gold, sentiment nya balik ke pelemahan Dollar ? ”

Jika kita cermati bersama pertanyaan diatas adalah sangat wajar, yang tidak wajar adalah pemahaman dari sentiment pasar. Beberapa waktu lalu client kami memberikan suatu web http://www.cftc.gov/About/index.htm guna mengetahui kekuatan sentimen pasar, suatu yang baik tetapi terus terang kami sedang membahas untuk pengertian yang sederhana cara membaca Market sentiment melalui COT  (commitment of trader) yang dirilis oleh Commodity Futures Trading Commision (CFTC). Perlu ditekankan disini bahwa semua data yang dirilis oleh suatu badan, baik pemerintah atau swasta, masih rentan terhadap kesalahan, sehingga sudah sebaiknya kita berhati hati dengan semua data yang dirilis. Banyak data yang diliris hari ini misalnya , ternyata direvisi dikemudian hari, sehingga pada saat saat tertentu maka market seolah olah bergerak acak karena market sentiment nya tidak berubah saat revisi dilakukan. pertanyaanya adalah : ” se Valid apa data yang dirilis oleh CFTC ?”

Dari pada membahas teori market sentiment, lebih baik kita bahas kedepannya US Dollar akan bagaimana ? suatu pertanyaan yang sangat mudah sehingga terlihat kurang berbobot. Pertanyaan yang berat saat kami berdiskusi dengan petinggi petinggi perusahaan kami dan membahas arah Wallstreet, inti nya sama tetapi lebih banyak membahas perekonomian US dan data data selama belasan tahun kebelakang dimana STOCK biasanya turun di bulan Juni sehingga kemungkinan besar adalah turunnya Dowjones bulan ini dibahas pula di CNBC mengenai siklus wallstreets. Studi Kasus yang timbul dalam sharing tersebut adalah ” Kemana uang hasil penjualan saham akan diakankan di alokasikan ? US Dollar atau Emas”. Sebagian audiens mengatakan akan di belikan Emas dan sebagian lagi tetap mengatakan US Dollar lebih menarik dibandingkan Emas, saat ini.

Tidak ada satupun pendapat yang salah menurut kami, karena secara logis bahwa jika “Risk Off” terjadi maka Safe heaven pasti di kejar. ” Gold, Yen, Swiss dan US Dollar ” merupakan Safe Heaven sehingga kemungkinan Gold naik dan US Dollar naik tetntunya akan terjadi saat Wall Streets drop. Permasalahnya adalah akankah Wall Streets jatuh di bulan Juni 2015 ini ? Kita lihat bagaimana Dowjones terkoreksi dibulan ini.

Kuartal pertama memang pertumbuhan ekonomi USA dirasa lambat, tetapi di bulan lalu semua data indikator ekonomi USA membaik sehingga tidak heran bahwa US Dollar kembali menguat karena pelaku pasar mempunyai ekspektasi bahwa The Fed akan naikan suku bunga tahun ini. Akankah US Dollar benar benar kembali menguat, maka konfirmasi keberadaanya dapat dilihat dari serangkaian data yang akan dirilis minggu ini antara lain :

  • Data ADP
  • Data ISM
  • Data Non Farm
  • Kebijakan moneter RBA, ECB dan BoE
  • Batas akhir pembayaran cicilan hutang Yunani
  • Meeting OPEC

Data dan kebijakan diatas akan sangat mempengaruhi keberadaan harga saham di berbagai belahan dunia tentunya. Secara umum sentimen pasar minggu ini adalah Strong US Dollar, bagaimana kita dapat mengukurnya ? ada kelas khusus untuk kasus ini.

 

 

 

About Reza Aswin

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia, Email : rezafile1966@gmail.com

Check Also

Party is Over

Reza Aswin, 8 Mei 2017 Party is Over   Bagi para analis Fundamental, ini merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Hubungi Kami