Thursday , 26 November 2020

Dealing with the Ceiling

Written by: Reza Aswin, Jakarta 28 Juli 2011, 00.03

Index US dollar terjun bebas karena permasalah debt ceiling belum juga selesai. Banyak pertanyaan muncul  “ Apa yang akan terjadi jika sampai tgl 2 agustus 2011 Kongres AS tidak mencapai kesepakatan masalah limit hutang..” Default, Veto atau apa? Default bukanlah suatu masalah, permasalahan utama adalah kekhawatiran akan adanya down grade yang akan dilakukan oleh lembaga pemeringkat dunia S & P . Triple A merupakan predikat yang telah disandang AS sejak tahun 1917 dan mungkin akan terlepas setelah seabad AS menjadi negara teraman untuk berinvestasi.

Dengan tingginya tingkat rasio antara GDP dengan hutang yang terjadi membuat neraca perdagangan negara ini selalu defisit. Penambahan Limit hutang hanya akan menambah beban yang terjadi sehingga wajarlah terjadi perseteruan dan loyalitas partai serta kepentingan memenangkan pemilihan presiden di masa datang mendasari pertentangan dalam Kongres AS untuk Debt Ceiling. Walaupun The Fed telah memperingatkan bahwa saat testimoni di Capitol Hill beberapa waktu lalu dan Bernanke secara terbuka mendesak Kongres untuk menaikkan plafon utang AS dan mengadopsi rencana jangka panjang untuk mengurangi defisit anggaran tanpa merusak pemulihan AS yang berkepanjangan.

Jika para anggota Kongres tidak setuju pada kesepakatan plafon utang minggu depan dan pasar mulai jatuh, maka sepertinya skenario baru teh Fed akan mulai dijalankan. Tanggal Jatuh tempo hutang pemerintah AS bukanlah masalah besar bagi Negara Adidaya ini, Cetak uang merupakan jalan pintas yang akan dilakukan oleh The Fed dan ini berarti QE 3 mulai di jalankan. Strategi ini sebenarnya telah dibuka saat Bernanke mengatakan : “Bank sentral tidak akan duduk diam jika sistem keuangan mulai krisis pasca pemerintah federal kehabisan otoritas untuk meminjam.”

The Fed yang mempunyai posisi netral dan berdiri di tengah keributan batas utang dapat memberikan Bernanke dan koleganya kebebasan untuk menyuntikkan stimulus moneter pada ekonomi AS (QE 3), atau menghapus nantinya.  Beberapa analis mengatakan : “Kami memiliki pendapat negatif tentang QE2 dan percaya bahwa QE3 sangat tidak efektif,” ujar Stephen Jen, managing partner London-based hedge fund SLJ Partners. Sejak Bernanke meluncurkan QE2 dalam pidato di Jackson Hole pada bulan Agustus tahun lalu, minyak mentah Brent telah meningkat 58%. “Jika QE3 hanyalah pengulangan QE2, saya tidak berpikir itu memiliki dampak positif,” kata Bob Janjuah, kepala alokasi aset taktis di Nomura. “QE3 akan membuat masalah komoditas bahkan lebih buruk. Ini tidak akan membantu perekonomian, tetapi membuat tekanan inflasi jauh lebih besar,” tambahnya.(RAP)

Tetapi sebenarnya apakah yang akan terjadi Jika para anggota Kongres tidak setuju pada kesepakatan plafon utang minggu depan? Downgrade peringkat AS akan beresiko mengacaukan pasar keuangan global, yang mengandalkan utang AS sebagai investasi dasar bebas risiko. Keputusan investasi akan menjadi rumit untuk investor besar yang diperlukan untuk menahan surat berharga. Pada saat yang bersamaan, dampak dari downgarade ini sulit untuk diprediksi, terutama karena tidak pernah terjadi sebelumnya.

To contact the editor responsible for this story:  Reza Aswin  at PT. ABC Future Indonesia   rezafile@ymail.com

About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Check Also

Party is Over

Reza Aswin, 8 Mei 2017 Party is Over   Bagi para analis Fundamental, ini merupakan …

WhatsApp Hubungi Kami