Saturday , 26 September 2020
FRANKFURT AM MAIN, GERMANY - DECEMBER 04: (EDITORS NOTE: This image was processed using digital filters.) Mario Draghi, President of the European Central Bank pictured during his first press conference following the monthly ECB board meeting in the new ECB headquaters on December 4, 2014 in Frankfurt am Main, Germany. (Photo by Thomas Lohnes/Getty Images)

ECB Press Conference

Reza Aswin | 22 Oktober 2015

 

Sideways menandai market Euro menjelang kebijakan moneter Bank Sentral Eropa yang akan dirilis pada pukul 18.45 wib. Dalam keadaan perlambatan ekonomi di China dan Amerika ,mata uang eropa ini dinilai terlalu tinggi terhadap mata uang Dollar Amerika, sehingga berbagai spekulasi atas pergerakan mata uang ini menjadi fokus para pelaku pasar hari ini. Buruknya data ekonomi uni eropa membuat pelaku pasar memvonis Mario Draghi akan menyerukan Dovish kepada media saat Press Conference yang dijadwalkan pada pukul 19.45 wib. Data kepercayaan konsumen, Inflasi, Aktivitas Bisnis dan Market Indicator di Jerman dan Uni Eropa dirilis memburuk bulan lalu sehingga para analis mulai memprediksi bahwa  eurusd akan dalam tekanan dan akan lebih dalam tertekan jika :

  • Terjadi pemotongan suku bunga (walaupun sangat kecil kemungkinan ini terjadi)
  • Penambahan QE
  • Perluasan pembelian asset product bank dan korporasi
  • Penambahan jangka waktu QE

 

Jika ECB melakukan skenario diatas maka dapat dipastikan eurusd akan mengalami tekanan jual dari pelaku pasar yang bersifat kontinyu. Kita lihat bersama apa skenario yang diambil oleh Gubernur ECB nanti malam.

 

“If ECB President Draghi is dovish or eases, EUR/USD could fall quickly….” 

About Reza Aswin

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia, Email : rezafile1966@gmail.com

Check Also

Party is Over

Reza Aswin, 8 Mei 2017 Party is Over   Bagi para analis Fundamental, ini merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Hubungi Kami