Thursday , 26 November 2020

Euro Central Bank Masih Perangi Deflasi

Reza Aswin | 22 November 2015

 

Keseriusan Gubernur Bank sentral Eropa Mario Draghi untuk menaikan inflasi di kawasan eropa terlihat sangat serius. Sepertinya petinggi ECB ini kehabisan kesabaran dengan melihat pertumbuhan dan inflasi yang rendah, sehingga penambahan stimulus menjadi tindakan yang akan diambil oleh Mario Draghi. Kita harus ingat bahwa ECB bukanlah seperti bank sentral lainnya didunia yang bersifat independen, ECB merupakan gabungan bank sentral dari setiap negara di kawasan eropa, sehingga beberapa analis melihat Mario Draghi akan mendapat kesulitan untuk menambah program stimulus jika petinggi bank di negara eropa lainnya mempunyai pertentangan atas keputusan yang akan diambil ECB, salah satunya adalah Bundesbank head Weidmann. Petinggi dari Jerman tersebut mengatakan bahwa negaranya mempunyai inflasi dan pertumbuhan yang baik, dimana pengaruh rendahnya harga minyak bumi menciptakan inflasi yang rendah dan bukan deflasi. Pertentangan kebijakan antara ECB dan Bundesbank memang sudah berlansung lama sejak krisis keuangan terjadi di eropa, karena Jerman merupakan negara yang paling terbebani apabila keputusan ECB dalam mencetak uang berlangsung lama dan dalam jumlah yang sangat besar.

Secara global ECB mempunyai kebijakan moneter yang berseberangan dengan The Fed yang mencoba untuk terus melakukan penarikan likuiditas di pasar secara terang terangan, sehingga bukanlah suatu hal yang mustahil apabila EURUSD akan kembali melemah dan menuju ke level 1.0520 di waktu yang akan datang seiring terjadinya tragedi Paris yang banyak memakan korban.

Sementara itu walaupun US Dollar terus melemah dalam satu minggu terakhir tetapi perlu kita ketahui bahwa The Fed tidak akan merubah kebijakannya untuk normalisasi.

”  The prospect of a rate hike in December has not been changed by news, economic data or comments from U.S. policymakers “

 

The Fed akan melakukan berbagai cara untuk tidak membuat pasar panik dan akan merugikan perekonomian Amerika yang terlhat terus membaik, dan kebijakan untuk menaikan suku bunga adalah suatu pertanda bahwa The Fed telah yakin bahwa perekonomian Amerika Serikat memang benar benar sudah pulih. Kebijakan The Fed di bulan desember merupakan acuan terhadap perekonomian yang kuat bagi Amerika dan perbaikan perekonomian dunia tentunya, sehingga semakin lama keputusan normalisasi dibuat The Fed maka semakin lama pasar dalam ketidakpastian.

Koreksi terjadi di mata uang komoditas seperti Aussie dan New Zealand  dimana penguatan yang terbentuk akan terus timbul mengingat komentar RBA dan koreksi di perdagangan komoditas dan aksi profit taking. Walaupun harga minyak dunia masih berada dibawah level $40 karena perlambatan di ekonomi dichina tetapi keadaan ini membuat mata uang komoditas diuntungkan dalam hal perbaikan ekonominya.  Akankah ini berlanjut ? Glenn Stevens sebagai gubernung bank sentral Australia akan speak about issues in economic policy at the Australian Business Economists Annual Dinner, in Sydney; pada hari Selasa minggu depan, tetapi secara teknikal Aussie masih dapat menguat dalam beberapa hari kedepan.

About Reza Aswin

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia, Email : rezafile1966@gmail.com

Check Also

Party is Over

Reza Aswin, 8 Mei 2017 Party is Over   Bagi para analis Fundamental, ini merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Hubungi Kami