Saturday , 26 September 2020

Federal Reserve System : Akan Menaikan Suku Bunga

Reza Aswin | 25 September 2015

 

Saat Janet Yellen tidak manaikan suku bunga pada FOMC Meeting, langsung direspon oleh pelaku pasar sebagai pelemahan US Dollar. Outflow terjadi di negara amerika serikat dan tentunya ini membuat pasar kembali dalam ketidakpastian. Tentunya anda sudah tau pasti, jika terdapat ketidak pastian maka Safe haven pasti merupakan idola bagi pelaku pasar. Dan biasanya jika Gold sudah naik setinggi ini baru kita mengatakan ” Oiya…Ya…..kenapa tidak terpikir ya untuk trade Gold disaat terjadi ketidakpastian di FX Market” . Itu sudah biasa karena kita sering tidak mau berpindah pair karena minim nya pengetahuan kita terhadap Analisa Fundamental.

18 September 2015, The Fed tidak menaikan suku bunga tetapi didalam voting terdapat sebagian besar anggota FOMC, berkeinginan untuk menaikan suku bunga. Signal kenaikan suku bunga oleh The Fed sudah terlihat dari :

  1. Janet Yellen secara Clear sudah menyatakan bahwa kenaikan suku bunga The Fed adalah Tahun ini.
  2. Mario Draghi menyatakan bahwa belum ada pertambahan QE yang diluncurkan sehingga ini sebenarnya meng isyarat kan bahwa suku bunga US sudah dekat.
  3. Pernyataan Janet Yellen saat  a speech titled “Inflation Dynamics and Monetary Policy” at the University of Massachusetts, in Amherst; sangat lah optimis tentang perbaikan sektor pertumbuhan dan tenaga kerja.

 

Oktober atau Desember adalah bulan depan dan 3 bulan yang akan datang, tidak terlalu lama tetapi ini merupakan waktu terbaik untuk kita Buy Back Us Dollar disaat melemah.

 

“Yellen made her preference for raising rates this year very clear”

About Reza Aswin

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia, Email : rezafile1966@gmail.com

Check Also

Party is Over

Reza Aswin, 8 Mei 2017 Party is Over   Bagi para analis Fundamental, ini merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Hubungi Kami