Wednesday , 30 November 2022

Inflasi di Australia Diperkirakan Masih Tinggi Pada Tahun 2023

Kebumen 24 Agustus 2022, by Aris MS

Inflasi di Australia diperkirakan masih akan terus meningkat hingga tahun 2023. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya biaya-biaya dalam menjalankan bisnis. Beberapa penyebab lain yang dapat memicu inflasi tinggi karena adanya harga BBM yang tinggi, serta Pandemi COVID 19 dan musim flu yang menyebabkan tingginya tingkat absensi pekerja, menyebabkan tingginya biaya tenaga kerja. Dengan ini maka diperkirakan bahwa RBA masih akan cukup agresif dalam menetapkan kebijakan kenaikan suku bunga, dan dapat memperkuat AUD.

Sementara BOJ diperkirakan masih tetap akan mempertahankan suku bunga di -0.1%, dan membuat JPY melemah terhadap mata uang lain secara keseluruhan.

AUDJPY – BUY

Buy Limit          : 93.538 – 94.291

Target Profit     : 95.044 – 95.797

Baca Juga :   Inflasi Canada Melambat, RBNZ Menaikan Suku Bunga 50 Basis Poin

About Reza Aswin

Check Also

Dollar Kanada Akan Terpengaruh Pelemahan Harga Minyak

Rio Wibawa Instagram: @rw_fxfunda Jakarta, 21 November 2022, 11:14 WIB Harga minyak dunia kembali turun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami