Inggris Bersiap Longgarkan Pembatasan Pandemi Covid-19, Pair GBPUSD Cenderung Menguat

Bandung, 06 Juli 2021 08.00 WIB oleh Irwan Redyawan

Inggris tetap berencana mencabut peraturan yang mewajibkan penggunaan masker dan pembatasan sosial pada pertengahan bulan ini. Hal ini diungkapkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Senin (5/7/2021) di tengah adanya ancaman lonjakan kasus Covid-19. Inggris mencatat lebih dari 24.000 kasus covid-19 dimana kebanyakan adalah varian Delta yang sangat menular. Meskipun demikian, kenaikan pasien di rumah sakit hanya sedikit dengan angka kematian yang dapat ditekan. Pelonggaran ini dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli mendatang, meskipun Johnson menyebut, keputusan akhir akan ditetapkan pada 12 Juli.

Selain desakan PM Johnson untuk tetap menghapuskan restriksi atas aktifitas ekonomi yang menjadi sebuah kekuatan bagi pair GBP, terdapat sentimen positif lainnya, yaitu dari data PMI bisnis sektor jasa, yang sedikit lebih tinggi menjadi 62,4 pada Juni 2021, dari periode sebelumnya di 61,7 yang merefleksikan pertumbuhan yang kuat terhadap sektor paling besar di Inggris, kabar baik lainnya bagi GBP adalah, Inggris dan Uni Eropa sepakat untuk menunda membahas isu dalam hal perdagangan antara Inggris dengan Irlandia Utara sampai bulan September serta “gencatan senjata” di dalam pertikaian Brexit juga membantu menopang GBP.

Sementara itu terjadi penurunan mata dolar AS terhadap banyak pasangan pair yang menjadi rival utamanya, seperti di pasar Eropa setelah terkoreksi sesi global sebelumnya, penururnan ini ditekan oleh naiknya data tingkat pengangguran AS hari jum’at  yang lalu walaupum dolar diperdagangkan sangat tipis oleh liburnya pasar keuangan Amerika, namun masih berada di kisaran tertinggi sejak 5 April.dan akan menjadi fokus tertuju kepada rilis minutes the Fed pekan ini. Selain itu posisi yield obligasi AS tenor 10-tahun turun ke posisi terendah setelah 4 bulan

Efek Terhadap Pasar

Desakan pelonggaran pandemi covid 19 oleh PM Inggris menjadi sentimen utama penguatan pair GBP, serta ditambah sentimen positif lainnya dari data PMI service, konflik Inggris & Irlandia Utara dan juga brexit. untuk USD sendiri klaim data pengagngguran, yields obligasi 10 tahun serta  rilis minutes The Fed pada minggu ini turut menekan USD pada tren penurunan, sehingga akan berdampak pada penguatan pair GBPUSD kedepannya

Ekspektasi Pasar :

di perkirakan pair GBPUSD  bergerak dalam range 1.38245 – 1.39109

 

Trading  Plan :

Buy Limit 1.38245 s/d  1.38533 Take profit diantara 1.38918 s/d 1.39109

Grafik GBPUSD  timeframe D1 (daily)

About Reza Aswin

Check Also

SIDNEY MEMPERPANJANG LOCKDOWN

Valentinus, 29 Juli 2021 Wabah covid semakin memburuk di sidney australia, pemerintah akan memperpanjang lockdown. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami