Federal Reserve Bank of New York Vice President Simon Potter (L), Carmen Reinhart, Harvard University Professor of the International Financial System (R) and her husband Vincent attend the Federal Reserve Bank of Kansas City's annual Jackson Hole Economic Policy Symposium in Jackson Hole, Wyoming August 28, 2015. REUTERS/Jonathan Crosby

Jackson Hole Symposium : From The World to The Fed

Reza Aswin | 31 Agustus 2015

 

Jackson Hole symposium di Kansas telah berakhir, memang banyak pro dan kontra terhadap kebijakan The Fed masalah Rate Hike. Dalam symposium tersebut memang terlihat bahwa People Bank of China dan IMF menyerukan The Fed untuk menunda kebijakannya untuk menaiksan suku bunga dalam waktu dekat, setidaknya mereka berharap sampai perekonomian global menjadi pulih. Berbeda dengan pandangan para petinggi keuangan di emerging market, dimana mereka menyampaikan pesan bahwa kepastian merupakan hal yang sangat penting dan lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi disetiap negara. Terdapat 2 kutub dimana terlihat jelas bahwa China dan IMF menyerukan penundaan sementara Japan dan Emerging market tidak terlalu perduli dengan kebijakan moneter The Fed, yang terpenting bagi mereka adalah kepastian.

Melihat fenomena diatas maka ada beberapa hal yang dapat kita analisa yaitu bahwa :

  • The Fed masih menjadi penentu Kebijakan Moneter di dunia, dimana perekonomian dunia masih bergantung pada setiap langkah yang mereka ambil dan China pun saat ini tinggal sedang menunggu papan elektronik di bursa nya akan mengalirkan darah jika The Fed menekan tombol rate hike di bulan ini.
  • Monetary Policy The Fed untuk menaikan suku bunga merupakan gambaran bahwa perekonomian dunia membaik dan inflasi mulai tumbuh, sehingga emerging market melihat ini merupakan peluang bagi setiap negara untuk mulai mempercepat kegiatan ekonominya. Sebaliknya jika terdapat penundaan kenaikan suku bunga sampai di tahun depan maka sebenarnya The Fed sedang mengirimkan signal bahwa deflasi sedang masuki perekonomian disetiap negara.

Dengan melihat gambaran global maka kita juga perlu melihat gambaran kecil saat kita melakukan transaksi di Forex. Data PMI China akan menjadi perhatian pelaku pasar sebelum data Non Farm Payroll di rilis pada tanggal 4 September 2015. Kita sudah mengetahui bahwa data manufaktur China akan menjadikan indikator kesehatan perekonomian China dan data NFP merupakan indikator yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan Kebijakan Moneter The Fed pada tanggal 16 – 17 September 2015.

Jika kita jeli melihat keberadaan symposium tersebut maka Janet Yellen dan Mario Draghi tidak dapat hadir dalam acara akbar tersebut, apapun alasannya mereka adalah tokoh kunci yang sedapat mungkin menghindari press agar stabilitas pasar dapat mereka kendalikan jika situasi memburuk menjelang FOMC Meeting. Adapun dengan emerging market saat ini memang mendapat suatu kendala dengan bergejolaknya politik di Malaysia dimana mantan PM Mahathir menginginkan PM Najib yang sedang berkuasa untuk turun dari jabatannya karena kasus korupsi. Sedangkan dari indonesia kita sama sama mengetahui bahwa pemilihan kepala daerah akan berlangsung serentak pada tahun ini. Situasi politik ini pula yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi dikawasan emerging market dan pada waktunya akan membebani pertumbuhan ekonomi Global.  Tetapi dalam Jackson Hole Symposium petinggi Bank of Indonesia mengatakan :

Bank Indonesia Senior Deputy Governor Mirza Adityaswara told Reuters in Jakarta: “The more certainty there is, the better.”

 

Disaat seperti ini tentunya kita sudah mengetahui bahwa dalam jangka menengah dan panjang pair mana yang dapat diandalkan sehingga dapat menambah equity kita.

About Reza Aswin

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia, Email : rezafile1966@gmail.com

Check Also

Party is Over

Reza Aswin, 8 Mei 2017 Party is Over   Bagi para analis Fundamental, ini merupakan …

One comment

  1. Analisa yang menarik menjelang penentuan rate US. Keep posting pak, sangat membantu untuk belajar fundamental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Hubungi Kami