Wednesday , 30 November 2022

Jackson Hole Symposium

Jakarta, 23  Agustus 2022, by Reza Aswin

Pendahuluan

Para pelaku pasar tentunya saat ini sedang menunggu informasi apakah The Fed akan tetap menaikan suku bunga dengan agresif atau justru mulai melunak, disaat angka inflasi mulai terlihat menurun di Amerika Serikat. Bagi para trader senior berpendapat bahwa penentuan arah besar pasar akan ditentukan oleh kebijakan pemerintah serta bank sentral dan bukan garis garis yang ada di Metatrader. Bukan rahasia lagi bahwa Pertemuan yang diadakan oleh Federal Reserve Bank of Kansas City di Jackson Hole, Wyoming pada tanggal 25 – 27 Agustus akan membuat pergerakan besar di pasar uang.  Tema symposium Jackson Hole ini adalah “ Mengkaji Kembali Kendala Ekonomi dan Kebijakan” sehingga ini dapat menggambarkan penentuan arah besar pasar kedepannya bagi banyak mata uang diseluruh dunia. Peserta dari Jackson Hole Symposium ini adalah para banker bank sentral, pembuat kebijakan, akademisi dan ekonom diseluruh dunia. Para peserta akan berkumpul untuk membahas isu isu ekonomi, implikasinya dan pilihan kebijakan yang terkait dengan tema symposium.

Pada tahun 2009, adalah awal dari Symposium Jackson Hole ini menjadi terkenal karena dalam pertemuan ini Ketua The Fed yang waktu itu adalah Ben Bernanke memaparkan program The Fed untuk melakukan Quantitative Easing sebelum program tersebut akhirnya dilaksanakan sehingga mempunyai dampak pada pelemahan US Dollar dalam jangka waktu yang lama. Dan sejak tahun tersebut maka Symposium Jackson Hole menjadi agenda yang sangat ditunggu oleh para pelaku pasar.

Fundamental

Semua negara didunia mengalami tekanan angka inflasi yang sangat tinggi karena harga pasokan minyak dunia kembali terganggu disaat perusahaan energi milik Rusia Gazprom akan menutup jalur pipa Nord Stream 1. Adanya pekerjaan pemeliharaan yang tidak terjadwal ini diumumkan oleh Gazprom kemarin, dimana akan diadakan penutupan aliran gas alam pada pipa Nord Stream 1 yang membentang dari Rusia ke Jerman melalui selat Baltik, pada tanggal 31 Agustus – 2 September. Ini merupakan suatu upaya nyata bahwa gas Rusia sangat mempengaruhi perekonomian negara Uni Eropa, dimana dengan kurangnya pasokan gas maka dapat kembali meningkatkan harga energi di benua Eropa termasuk di negara Inggris. Dengan adanya kasus ini maka angka inflasi di negara Uni Eropa dapat terus meningkat, demikian pula dengan dinegara Inggris, dimana Citi Group memproyeksikan bahwa angka inflasi negara Inggris dapat mencapai 18% pada bulan Januari tahun depan. Keadaan ini tentunya akan membuat Bank Sentral Inggris BOE dapat bergerak lebih agrsif untuk menaikan suku bunga kedepannya dengan resiko terjadinya perlambatan ekonomi dinegara tersebut.

Baca Juga :   Saat ini : US Dollar akan Menguat atau Melemah?

Analisa

  • Untuk hari ini US Dollar akan terlihat sideways dengan kecenderungan terkoreksi turun atau netral.
  • Mata uang Inggris Poundsterling diprediksi akan menguat terhadap Yen jepang
  • Gold dan Oil sebaiknya dihindari pada harga saat ini

Rencana dan Strategi Trading

GBPJPY = Buy

Disclaimer :

  • Tulisan pada artikel ini bukan DAILY SIGNAL sebaiknya gunakan ini sebagai Pengetahuan. Support Resistance merupakan garis khayal dan dapat terjadi perubahan jika mempergunakan metode teknikal yang berbeda, sehingga tidak dibutuhkan presisi dari harga yang terbentuk.
  • Trading forex on line adalah instrument keuangan paling berbahaya di dunia, jangan pernah gunakan uang Bank atau Pinjaman atau uang untuk keperluan rumah tangga.
  • Trading forex on line dapat beresiko habisnya dana yang disetorkan sehingga dianjurkan tidak untuk penderita penyakit Jantung dan penyakit dalam lainnya.

About Reza Aswin

Check Also

Dollar Kanada Akan Terpengaruh Pelemahan Harga Minyak

Rio Wibawa Instagram: @rw_fxfunda Jakarta, 21 November 2022, 11:14 WIB Harga minyak dunia kembali turun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami