Kasus Boris Johnson Semakin serius namun tidak begitu bedampak terhadap mata uang inggris

Dari : Ade putra
Jakarta, 21 Januari 2022

Khasus skandal Perdana Menteri Boris Johnson semakin serius, dikarenakan serangkaian skandal, termasuk mengakui bahwa dia telah menghadiri pesta di kantornya di Downing Street pada saat Inggris berada di bawah penguncian ketat COVID-19. Pemerintah juga sempat dituduh melakukan “blackmail” untuk mempertahankan Perdana Menteri Boris Johnson tetap berkuasa.

Namun BOE, telah mengabarkan akan menaikkan suku bunga menjadi 0,5% pada Februari untuk mengekang inflasi (hawkish) sehingga membuat mata uang GBP masi terlihat sangat kuat. Sedangkan ekonomi australia masi terlihat lemah dikarenakan pemerintah china yang menerapkan zero covid yang melakukan penguncian ketat sehingga membuat ekonomi melambat

 

 

 

Efek Terhadap Pasar :

 – GBPAUD Bullish.

 

 

 

Trading Plan :

Enter Posisi BUY

S1 : 1.8768
S2 : 1.8737
S3 : 1.8687

Take Profit :

R1 : 1.8992
R2 : 1.9042
R3 : 1.9123

Sumber:

https://www.reuters.com/world/uk/uk-conservative-lawmaker-accuses-government-intimidation-blackmail-2022-01-20/

https://www.bnnbloomberg.ca/boe-boss-signals-surging-u-k-inflation-has-further-to-go-1.1709900

About Reza Aswin

Check Also

Angka CPI Amerika Serikat Menurun, Namun Masih Melebihi Ekspektasi

Rio Wibawa Jakarta, 12 Mei 2022, 11:59 WIB   Tingkat inflasi Amerika Serikat yang dirilis …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp Hubungi Kami