Kasus Covid-19 terus bertambah dalam Lockdown di Australia

Rio Wibawa

Jakarta, 16 Agustus 2021, 11:24 WIB

 

Kasus penyebaran covid-19 di Australia terus bertambah walaupun lockdown telah di terapkan di berbagai daerah. Sydney pada hari Senin ini mencatatkan jumlah kematian terbanyak dari covid-19 dengan jumlah 7 orang. Hal ini sangat meresahkan bagi Sydney yang telah memasuki minggu ke-8 dari lockdown. Selain itu, jumlah kasus baru di New South Wales mencapai angka 478, angka tertinggi kasus baru harian covid-19 di Australia sejak dimulainya pandemic. Pemerintah pun memutuskan untuk menambah jumlah personil dan menempatkan penghalang jalan untuk membatasi aktivitas penduduk sehingga penyebaran virus covid-19 diharapkan dapat dikendalikan. Sejauh ini, Sydney, Melbourne, Canberra, dan Darwin berada dalam proses lockdown yang membuat ekonomi Australia yang sebelumnya sudah mulai pulih dapat kembali tertekan ke depannya.

 

Kesimpulan:

Kondisi penyebaran virus covid-19 di Australia yang belum dapat dikendalikan serta lockdown yang diterapkan di berbagai daerah padat penduduk dapat membuat AUD terus melemah di perdagangan.

 

Efek terhadap Pasar: Tren Bearish untuk AUD

Pasangan Pair untuk ditrade: AUD / NZD

 

Indikator Angka Ekonomi:

AUD = -0.57

NZD = -0.11

 

Timeframe: D1

Target Open Posisi

Resistance 1: 1.05919

Resistance 2: 1.05486

Resistance 3: 1.05092

 

Target Take Profit

Support 3: 1.04253

Support 2: 1.03757

Support 1: 1.03195

Sumber:

https://www.cnbc.com/2021/08/16/roadblocks-erected-in-sydney-as-australia-battles-delta-outbreak.html

https://www.reuters.com/world/asia-pacific/australias-victoria-reports-21-new-local-covid-19-cases-2021-08-13/

https://www.reuters.com/world/asia-pacific/australia-extends-covid-19-lockdown-melbourne-reinstates-night-curfew-2021-08-16/

https://www.reuters.com/world/asia-pacific/roadblocks-erected-sydney-australia-battles-delta-outbreak-2021-08-15/

About Reza Aswin

Check Also

The FED Diperkirakan Akan Menaikkan Suku Bunga Untuk Menekan Laju Inflasi

Muhammad Rizky : 24/01/22   Goldman Sachs mengharapkan Federal Reserve untuk lebih agresif, yaitu dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami