Kebijakan Moneter Bank Sentral Inggris

Jakarta, 5 November 2021, 08.00, Ferry Y Irawan

Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE) Andrew Bailey berpidato dalam Konferensi Pers Laporan Kebijakan Moneter di London, Inggris pada tanggal 4 November 2021 kemarin.

Kepala Bank of England Andrew Bailey menghadiri pertemuan para bankir Bank Sentral dan pasar keuangan. Seperti Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan boss Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, Bailey mencoba meyakinkan investor bahwa suku bunga tidak akan naik seagresif harga pasar.

Bank sentral Inggris mengumumkan bahwa tujuh dari sembilan anggota Komite Kebijakan Moneter telah memilih untuk membiarkan suku bunga tidak berubah. Karena investor telah melihat kenaikan suku bunga sebagai hampir pasti, Sterling dan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris turun tajam. Tapi ukuran mayoritas yang mendukung status quo bukanlah satu-satunya kejutan.

Bank Sentral Inggris akan menurunkan target inflasi 2% pada akhir 2024 jika suku bunga kebijakannya mengikuti jalur yang tersirat oleh harga pasar.

Harga pasar sekarang menyiratkan kemungkinan 60% dari kenaikan suku bunga Inggris pada bulan Desember. Harapan tentang seberapa tinggi tarif akan turun juga telah dikurangi. Tapi harga pasar uang masih melihat tingkat kebijakan Inggris naik dari 0,1% menjadi 1% pada Desember 2022. Itu akan cukup untuk menghasilkan undershoot inflasi yang ditandai Bailey.

Bailey memiliki target pada harga konsumen. Sehingga akan mengalami sedikit kesulitan untuk bisa mempertahankan kenaikan Suku Bunga seperti yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika (The FED).Bank Sentra Inggris kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga sebelum Fed, dan jauh sebelum ECB.

BoE mengatakan bahwa Komite Kebijakan Moneter telah memilih dengan mayoritas 7-2 untuk membiarkan suku bunga tidak berubah pada 0,1% dan 6-3 memilih untuk melanjutkan program bank pembelian obligasi pemerintah Inggris.

Bank sentral memperkirakan inflasi harga konsumen mencapai puncaknya sekitar 5% pada April 2022, secara material lebih tinggi dari ekspektasinya pada Agustus. Namun, inflasi diproyeksikan akan kembali turun pada paruh kedua tahun depan karena gangguan pasokan berkurang, permintaan global kembali seimbang dan harga energi berkurang. (Sumber Reuters)

Indikator nilai ekonomi
Pasangan Pair GBPUSD = Buy (D1) Resistance 3 = 1.36903 Resistance 2 = 1.36145 Resistance 1 = 1.35488
Support 1 = 1.34690
Support 2 = 1.34067
Support 3 = 1.33295

About Reza Aswin

Check Also

The FED Diperkirakan Akan Menaikkan Suku Bunga Untuk Menekan Laju Inflasi

Muhammad Rizky : 24/01/22   Goldman Sachs mengharapkan Federal Reserve untuk lebih agresif, yaitu dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami