Kecenderungan Penguatan USD Setelah Ketua The Ted Menyatakan Akan Tes Menaikan Suku Bunga dan Taper

Tangerang, 29 September 2021 oleh Suzan Tengkar 07.54 WIB

 

Menteri Keuangan Janet Yellen memperingatkan sebelum 18 Oktober harus ada keputusan dari  Kongres apakah akan  menaikan atau menangguhkan batas utang untuk mengatasi plafon utang yang menjulang yang dapat menyebabkan default AS.

Pertemuan Testified semalam Ketua The Fed Jarome Powell mengatakan akan mencoba tes untuk menaikan suku bunga, tetap akan membeli obligasi hingga pertengahan tahun walaupun Taper. Inflasi melonjak bersifat sementara karena adanya masalah dalam pasokan.

Pada perdagangan Selasa  saham teknologi  anjok, US 10 years bond  melonjak diikuti Dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 10 bulan karena adanya kecemasan dari market melihat apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga

BOJ memperingkatkan adanya resiko penundaan pemulihan ekonomi karena keadaan darurat pembatasan untuk memerangi pandemic virus Corona dan adanya kewaspadaan lebih terhadap resiko luar negri seperti dampak dari kemungkinan perlambatan ekonomi Cina walaupun adanya ekspor yang kuat dan belanaj modal yang akan mendukung pertumbuhan.

Inggris saat ini kekurangan sekita 100.000 pengemudi kendaraan barang berat yang telah menganggu pengiriman dan membatasi pasokan barang dan bahan bakar, sehingga terjadi kepanikan pembelian bensin.

New Zealand dihadapkan dengan kenaikan harga rumah yang jauh dibanding pertumbuhan upah Hal ini disebabkan adanya stimulus pemerintah, suku bunga rendah dan keberhasilan mengatasi Covid mendorong investor memarkirkan dana mereka di real estate. Perdana Menteri Jacinda Ardern mengeluarkan RUU untuk mendinginkan pasar perumahan dengan membatasi investor dari pemotongan bunga hipotek dari pendapatan kena pajak yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober.

Kesimpulan :

USD cenderung menguat  walaupun adanya masalah hutang dan inflasi sementara di Amerika, pertumbuhan tetap maju sehingga akan dilakukan Taper walau akan uji coba kenaikan suku bunga terlebih dahulu.

JPY, GBP, NZD cenderung melemah karena adanya masalah- masalah yang dapat menghambat pertumbuhan ekonominya.

 

 

 

 

 

Trading Plan :

Buy Limit USDJPY di 109.98 – 110.98 dan Take Profit di 111.98 – 112.98

Sell Limit GBPUSD di 1.3651 – 1.3845 dan Take Profit di 1.3455 – 1.3259

Sell Limit NZDUSD di 0.7010 – 0.7094 dan Take Profit di  0.69263 – 0.68422

 

Strategi Plan :

USDJPY

GBPUSD

NZD

About Reza Aswin

Check Also

Krisis Bahan Bakar Membuat Warga Inggris Lebih Berhati Hati Dalam Berbelanja

Surabaya 12 Oktober 2021 Oleh: Leo Andre             Konsorsium Ritel Inggris mengatakan belanja ritel kehilangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami