Wednesday , 28 February 2024

Ketidakpastian Melanda Ekonomi Dunia

Reza Aswin , 14 Januari 2016

 

Ketidakpastian Melanda Ekonomi Dunia

 

Setelah bank sentral China, Swiss dan Japan mengakui Analisa Managing Director IMF Christine Madeleine Odette Lagarde tentang ” Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia “, maka giliran bank sentral amerika mengakui bahwa Ketidakpastian Melanda Ekonomi Dunia. Yellen tidak mengatakan apa-apa dalam kesaksiannya selama 2 hari terakhir dan hanya mengatakan bahwa tertalu prematur membicarakan kebijakan moneter pengetatan pada saat ini.

Kata kata yang akomodatif agar pasar keuangan tidak bergerak liar, walaupun “green back” akhirnya harus terpukul karena para investor tidak lagi percaya bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada tahun 2016. Penurunan dolar yang signifikan terlihat dari penurunan index dollar yang turun selama 8 hari berturut turut dimana didukung oleh penurunan yield Treasury. Turunnya Yield Treasury ini telah jatuh dari 2,27% pada awal Januari ke level terendah satu tahun 1,62%.

Permasalahannya adalah akankah US Dollar akan terus melemah? tentu tidak karena jika dilihat dari data yang ada tentang pertumbuhan lowongan pekerjaan tetap membaik dan angka pengangguran turun cukup signifikan ke level 4,9%. US Dollar akan kembali menguat saat data data indikator ekonomi seperti lowongan pekerjaan, retail sales, consumer confident serta data inflasi mulai kembali membaik. FOMC minutes yang akan dirilis kamis dini hari minggu depan akan menjadi Selling ponit US Dollar jika tersirat dovish.

Baca Juga :   Press Release FOMC Statement

Pelemahan US Dollar ini membuat usdjpy turun dan eurusd naik tajam, Pemerintah japan sepertinya sudah mulai khawatir dan para pelaku pasar mulai melihat support USDJPY dilevel 110. Intervensi sepertinya sudah akan dimulai jika usdjpy kembali turun tajam dimana mulai beredar rumor pengecekan suku bunga oleh bank sentral, yang biasanya merupakan taktik pertama sebelum intervensi mata uang. Bank of Japan sepertinya menutup rapat keadaan intervensi yang dilakukan tetapi para pelaku pasar mulai membeli usdjpy dari 111 dan saat ini berada dilevel 113 setelah 9 hari penurunan USDJPY yang tanpa henti.

Kenaikan EURUSD pun terlihat cukup signifikan dalam 3 minggu terakhir, dimana pelemahan US Dollar membuat euro seperti tidak terbendung dalam mendaki ke level 1.13. Penguatan Euro terhadap US Dollar tentunya tidak akan membuat Mario Draghi tersenyum, mengingat keberadaan nya akan membuat ekonomi Uni Eropa semakin terpuruk, karena  Ekuitas Eropa terus turun, imbal hasil obligasi perifer memperluas lebih tinggi dan Yunani kembali dalam berita utama. ECB President Draghi’s akan memberikan testimoni pada hari senin dan tentunya para investor menginginkan penambahan stimulus dari ECB pada bulan maret 2016.

Baca Juga :   USD Sideways Menunggu Data Inflasi Esok

” If you recall, the Federal Reserve made a number of changes to the last monetary policy statement and each adjustment pointed to a less hawkish central bank that could very well leave interest rates unchanged in March if oil prices and global equities fail to recover..”

About Reza Aswin

Senior Fundamental Analyst. 20 tahun berkecimpung di dunia trading forex, komoditi, dan hingga kini aktif menjadi analis fundamental.

Check Also

Reaksi Pemerintah Jepang Terhadap Pelemahan Mata Uang yen

Jakarta ,19 Februari 2024 By. Reza Aswin Apa yang terjadi di pasar Pemerintah Jepang terlihat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami