Mata Uang EUR Dapat Menguat Sementara Karena 2 Faktor Ini

Rio Wibawa

Jakarta, 25 April 2022, 11:01 WIB

 

Mata uang EUR dapat menguat sementara di perdagangan dengan adanya laporan bahwa pembuat kebijakan di ECB, bank sentral Eropa, ingin ,mengakhiri pembelian bondsnya sesegera mungkin dan munculnya kemungkinan kenaikan suku bunga di tahun ini. Hal ini menandakan adanya perubahan terutama dari pernyataan Lagarde pada meeting sebelumnya yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan bergantung pada data mendatang dan belum ada kepastian kenaikan kapan suku bunga akan dinaikkan. Adanya tingkat inflasi yang terus berada di tingkat yang tinggi akibat invasi Rusia ke Ukraina membuat keputusan kenaikan suku bunga ini dipertimbangkan oleh ECB. Selain itu, eleksi presiden Perancis antara Macron dan Le Pen yang diadakan hari Minggu kemarin, menunjukkan kemenangan di sisi Macron dan membuat penekanan mata uang Euro kembali terangkat sementara. Kedua faktor ini akan membuat mata uang EUR menguat sementara walau invasi Rusia ke Ukraina tetap berlangsung.

Di sisi lain, ekonomi Inggris sedang mengalami perlambatan dan dapat menuju resesi dengan adanya penurunan keyakinan konsumen dan bisinis, tingginya inflasi, kenaikan suku bunga, dan ketidakpastian invasi Rusia ke Ukraina. IMF juga memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris akan menjadi yang terlambat tahun depan di antara negara-negara G7. Keyakinan konsumen menurun tajam, hampir menyentuh tingkat terendah dalam 50 tahun terakhir dan mengirim sinyal akan terjadinya resesi ke depannya. Ini akan membuat mata uang GBP tertekan di perdagangan.

 

Kesimpulan:

Mata uang EUR dapat menguat sementara di perdagangan dengan selesainya pemilihan presiden Perancis dan adanya pernyataan dari ECB bahwa kenaikan suku bunga mungkin dilakukan pada tahun ini, berbeda dengan pernyataan Lagarde sebelumnya yang mengatakan belum ada kepastian kapan suku bunga akan dinaikkan. Di sisi lain, GBP dapat tertekan di perdagangan karena adanya perlambatan ekonomi dan kemungkinan terjadinya resesi serta prediksi IMF bahwa ekonomi Inggris akan mengalami pertumbuhan terlambat tahun depan diantara negara G7 lainnya.

 

Efek terhadap Pasar: Tren Bullish untuk EUR, Tren Bearish untuk GBP

 

Pasangan Pair untuk ditrade: EUR / GBP

 

Indikator Angka Ekonomi:

EUR = +0.96

GBP = -2.62

 

Timeframe: D1

 

Target Open Posisi

Support 1: 0.83943

Support 2: 0.83539

Support 3: 0.83184

 

Target Take Profit

Resistance 3: 0.85342

Resistance 2: 0.84939

Resistance 1: 0.84441

 

Sumber:

https://www.cnbc.com/2022/04/24/ecb-policymakers-are-reportedly-keen-for-a-quick-end-to-bond-buys-early-rate-hike.html

https://www.reuters.com/world/uk/slowdown-warnings-flash-uk-economy-inflation-surges-2022-04-22/

https://www.reuters.com/world/uk/uk-retail-sales-tumble-by-14-march-2022-04-22/

About Reza Aswin

Check Also

Angka CPI Amerika Serikat Menurun, Namun Masih Melebihi Ekspektasi

Rio Wibawa Jakarta, 12 Mei 2022, 11:59 WIB   Tingkat inflasi Amerika Serikat yang dirilis …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp Hubungi Kami