Saturday , 10 December 2022

Menkeu Australia Memberi Sinyal Kesulitan Ekonomi Dapat Menekan Mata Uang AUD

Surabaya,27 Juni 2020

Oleh: Leo Andre D

Editor : Steven G. Tunas

Pernyataan mentri keuangan Katy Gallagher , melalui AAP Australian General News, saat dia mengakui Australia sedang menghadapi tantangan ekonomi. Beberapa komentar kebijakan bahkan menyebut ekonomi global berisiko dari pertumbuhan rendah dan inflasi yang tinggi, juga dikenal sebagai stagflasi. Meski demikian kemarin jumat, Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan resesi di Australia tetapi mengakui bahwa ada jalan sempit untuk kembali ke inflasi yang rendah. Ini berdampak kepada penguatan mata uang AUD sementara kemarin jumat terhadap dollar, ditengah sentiment pasar memburuk karena resesi Amerika.

Membuat Selama akhir pekan, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, merevisi turun perkiraan PDB AS 2022 menjadi 2,9% versus 3,7% yang diprediksi sebelumnya. Hal ini pun di tanggapi boleh Bank for International Settlements (BIS) yang menyerukan agar suku bunga dinaikkan “dengan cepat dan tegas” untuk mencegah lonjakan inflasi berubah menjadi sesuatu yang bahkan lebih bermasalah. Namun, kita sebagai pelaku pasar harus melihat debat pada hari Rabu terkait AS dan Inggris dan para gubernur bank sentral Eropa di Forum ECB tentang Perbankan Sentral akan menjadi acara penting yang harus diperhatikan agar bisa mengetahui arah besar market kedepannya.

 

Arah Market

Dengan melihat fenomena di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pernyaaan dari mentri keuangan Australia tentang prospek ekonomi dinegri kangguru itu dapat membuat pelaku pasar mengambil Tindakan risk off, ditengah nada positif RBA yang akan menaikkan suku bunga juga untuk memerangi inflasi. Dalam waktu yang dekat mata uang AUD akan bisa mengalami koreksi, meskidemikian ditengah krisis energy yang mengancam Eropa beberapa negara besar seperti jerman ingin mengalihkan sumber daya energinya dengan menggunakan batu bara tentu ini bisa menguntungkan Australia sebagai negara penghasil batu bara terbesar didunia. Dilain sisi IMF terus mendorong negara-negara untuk menaikkan suku bunga agar bisa menekan inflasi.

Baca Juga :   Selain Data Ekonomi Yang Kurang Baik, Tiongkok Terancam Gagal Panen

Strategi Plan

Sell AUD/USD

Entry Sell

R1: 0.695323

R2: 0.69946

R3: 0.703697

Take Profit

S1: 0.688554

S2: 0.683752

S3: 0.678338

Buy AUD/JPY

Entry Buy

S1: 93.094271

S2: 92.87397

S3: 92.584824

Take Profit

R1: 93.603719

R2: 93.879095

R3: 94.154472

 

About Reza Aswin

Check Also

USD Lanjut Menguat Setelah Pernyataan 2 Pejabat The FED Ini

Rio Wibawa Instagram: @rw_fxfunda Jakarta, 29 November 2022, 10:04 WIB Indeks USD yang telah terbantu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami