Pelaku Pasar Semakin Yakin The FED Tidak Akan Menaikkan Suku Bunganya Lagi

Rio Wibawa

Instagram, TikTok, Youtube: RW_BeritaForex

Jakarta, 4 Desember 2023, 10:54 WIB

The FED akan segera melakukan dan mengumumkan hasil meeting FOMC terakhirnya di tahun ini hari Kamis minggu depan. Untuk saat ini, para analis & pelaku pasar semakin yakin kalau The FED tidak akan menaikkan suku bunganya di meeting tersebut terutama setelah ketua The FED, Jerome Powell menyampaikan pernyataannya hari Jumat minggu lalu. Powell menyampaikan beberapa poin dalam pernyataan hari Jumatnya seperti:

  1. The FED akan menahan kebijakan di level yang restriktif hingga mereka yakin inflasi akan turun ke 2%.
  2. Prematur untuk dengan yakin memberikan konklusi kalau The FED sudah mencapai level yang cukup restriktif atau kapan kebijakan akan dilonggarkan.
  3. The FED siap menaikkan suku bunga lagi jika memang dibutuhkan.
  4. Risiko pengetatan yang terlalu sedikit dan berlebihan sudah semakin seimbang.
  5. Hal yang benaru ntuk dilakukan sekarang adalah membiarkan data memberikan cerita mengenai apa yang terjadi di ekonomi.
  6. Inflasi masih berada di atas target namun bergerak dalam arah yang benar.
  7. Data akan memberi tahu The FED apakah kenaikan suku bunga yang dilakukan sudah cukup atau perlu dinaikkan lebih lanjut.
Baca Juga :   PELONGGARAN KUANTITATIF DAN PETUNJUK KENAIKAN SUKU BUNGA MENDORONG PENGUATAN DOLAR CANADA LEBIH JAUH

Para analis dan pelaku pasar mengartikan pernyataan Powell ini sebagai sesuatu yang dovish, terutama setelah data inflasi favorit The FED yaitu data Core PCE Price Index (MoM) menunjukkan pernurunan ke angka 0.2% sesuai dengan prediksi analis dan turun dari data sebelumnya di angka 0.3%. Per tahunnya (YoY), Core PCE ada di angka 3.5% sesuai dengan prediksi analis dan turun dari data sebelumnya di angka 3.7%. Dengan data inflasi favorit The FED kembali menunjukkan inflasi lanjut turun, hal ini menjadi alasan mengapa pelaku pasar yakin kalau The FED tidak akan menaikkan suku bunganya lagi dan bahkan diprediksi akan mulai memotong suku bunganya dari meeting FOMC bulan Maret tahun depan.

Kesimpulan:
Dengan semakin yakinnya analis & pelaku pasar kalau The FED sudah selesai menaikkan suku bunganya maka ini juga akan memberikan dorongan melemah bagi USD ke depannya.

Efek terhadap Pasar: Tren Bearish bagi USD

Pasangan Pair untuk ditrade: AUD / USD (AUD / RBA diprediksi akan menjadi salah satu bank sentral terakhir yang memotong suku bunganya, kemungkinan mendekati akhir tahun 2024)

Baca Juga :   GreenBack Menguat Pasca FOMC Meeting

Timeframe: D1
Target Open Posisi
Support 1: 0.65959
Support 2: 0.65415
Support 3: 0.64826

Target Take Profit
Resistance 3: 0.68465
Resistance 2: 0.67806
Resistance 1: 0.67182

Stop Loss: 0.64302

Sumber:
https://www.cnbc.com/2023/12/04/cnbc-daily-open-premature-to-talk-about-about-cutting-rates.html
https://www.cnbc.com/2023/12/04/asia-markets.html
https://www.cnbc.com/2023/12/03/stock-market-today-live-updates.html
https://www.cnbc.com/2023/12/01/fed-chair-powell-calls-talk-of-cutting-rates-premature-and-says-more-hikes-could-happen.html
https://www.reuters.com/markets/global-markets-wrapup-1-2023-12-04/
https://www.reuters.com/markets/rba-hold-rates-dec-5-aussie-home-prices-rise-5-2024-2023-12-01/
https://www.reuters.com/markets/global-markets-wrapup-1-2023-12-01/

About Reza Aswin

Senior Fundamental Analyst. 20 tahun berkecimpung di dunia trading forex, komoditi, dan hingga kini aktif menjadi analis fundamental.

Check Also

Dengar Pendapat Powell Di Hari Kedua

Jakarta , 11 Juli 2024 By. Reza Aswin   Apa yang terjadi di pasar Ketua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami