Perang dan Inflasi Dapat Mempengaruhi Kebijakan Fed

Jakarta , 15 April 2024 By. Reza Aswin

 

Apa yang terjadi di pasar

Perang dan inflasi yang relative tinggi akan sangat memperngaruhi kebijakan Fed yang akan mengadakan pertemuan pada awal bulan depan. Fed akan lebih hati hati dalam menentukan kebijakannya akibat meningkatnya konflik geopolitik global dan angka inflasi yang relative tinggi, guna mencapai soft landing. Konflik di Timur Tengah kembali memanas, setelah Iran menyerang Israel pada Sabtu malam. 300 drone dan rudal Iran memasuki wilayah Israel dengan target pangkalan militer Angkatan Udara Israel. Ini merupakan serangan balasan akibat Israel menyerang konsulat Iran di Syriah pada tanggal 1 April dan menewaskan petinggi militer Iran. Walaupun serangan tersebut di klaim berhasil oleh Iran dan di klaim bahwa serangan tersebut dapat di tangkis oleh Israel, keduanya saat ini sedang menahan diri untuk tidak memperluas daerah konflik di Timur Tengah. Sebelum Iran menyerang Israel pada Sabtu malam, Iran telah menyita kapal milik pengusaha Israel di selat Homuz pada Sabtu pagi, dan tentunya ini merupakan signal bahwa Iran akan menyerang semua fasilitas dan rantai pasokan dari dan ke Israel.

Baca Juga :   FOMC Statement 18 September 2013

Dilain sisi data perekonomian Amerika Serikat saat ini terlihat baik dibandingkan dengan negara maju lainnya, sehingga wajar apabila mata uang terus menguat ditengah angka inflasi yang cenderung tinggi. Keadaan ini dapat memaksa Fed untuk menahan suku bunga tinggi dalam beberapa pertemuan kedepan apabila suku bunga yang tinggi serta pengurangan neraca Fed masih belum dapat menjinak kan angka inflasi di Amerika Serikat.

 

Ekspektasi Pasar

Konflik geopolitik dan Inflasi di Amerika Serikat membuat XAUUSD : Cenderung Bullish – EURUSD: Bearish – EURJPY: Bearish

Trading Plan :

XAUUSD: Bullish

Buy Limit: 2289  – 2330 dengan target 2392 – 2445

Stoploss 2217

Grafik XAUUSD time frame D1

EURUSD: Bearish

Sell Limit: 1.0676  – 1.0774 dengan target 1.0450 – 1.0552

Stoploss 1.0911

Grafik EURUSD time frame D1

EURJPY: Bearish

Sell Limit: 163.53  – 164.39 dengan target 161.31 – 162.25

Stoploss 165.96

Grafik EURJPY time frame D1

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan.

Baca Juga :   The Fed memberikan sinyal akan ada nya tapering “Segera”

About Reza Aswin

Senior Fundamental Analyst. 20 tahun berkecimpung di dunia trading forex, komoditi, dan hingga kini aktif menjadi analis fundamental.

Check Also

Angka Inflasi Amerika Serikat Mereda

Jakarta , 16 Mei 2024 By. Reza Aswin Apa yang terjadi di pasar Angka inflasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami