Tuesday , 27 September 2022

Psikologi Pasar Dalam Forex

Jakarta, 17 Agustus 2022, by Reza Aswin

Pendahuluan

Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan proses mental seseorang. Sedangkan Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi baik barang maupun jasa. Sedangkan Psikologi Pasar lebih mengacu pada perilaku dan sentiment agregat pelaku pasar individu dalam kurun waktu tertentu. Istilah ini sering digunakan oleh Analis Keuangan atau Media untuk menjelaskan pergerakan pasar yang mungkin tidak dapat dijelaskan oleh Fundamental. Psikologi pasar menggambarkan keseluruhan perilaku pasar berdasarkan factor emosional atau sentiment. Dari penjelasan diatas maka ini merupakan fase dimana kita sedang ada didalamnya, dimana harga bergerak tiba tiba saat ada data atau berita yang menurut kita tidak berdampak, tetapi dapat menggerakan harga atau ada dalam situasi dimana teknikal tidak terlihat sempurna berkerja. Terkena Stoploos harga balik lagi atau sebelum Take Profit harga bergerak berlawanan dan lain sebagainya. Keadaan ini tidak akan lepas dari keserakahan, ketakutan, kecemasan dan kegembiraan semuanya dapat berkontribusi pada psikologi pasar. Selain itu teori keuangan konvensional mengasumsikan bahwa harga selalu didasarkan pada pertimbangan rasional dan gagal memperhitungkan potensi dampak irasional psikologi pasar.

Untuk itu perlu kita antisipasi pergerakan harga saat ini dengan cara tidak terlalu optimis dengan target profit yang ada karena disaat seperti ini teori psikologi pasar sangat bertentangan dengan keyakinan bahwa PASAR ITU RASIONAL.

Fundamental

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sudah mulai bersinergi dengan The Fed, dimana kemarin telah menandatangani Undang Undang Pengurangan Inflasi setelah disetujui oleh Parlemen Amerika Serikat.  Walaupun ada pengurangan dari anggaran yang diajukan tetapi setidaknya ini merupakan suatu langkah untuk meredakan angka inflasi dinegara tersebut yang terus meningkat dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya Undang Undang ini maka dapat meningkatkan kembali konsumsi di Amerika Serikat dan jika dilihat secara umum maka paket pengeluaran senilai $437 milliar ini diperkirakan akan meningkatkan pendapatan sebesar $737 milliar selama decade berikutnya.

Secara umum maka kita dapat melihat bahwa kebijakan moneter The Fed kedepannya dapat mengalami perubahan dari kenaikan suku bunga yang Agresif mejadi kenaikan suku bunga yang lebih lunak. Keadaan ini tentunya sudah dapat diperhitungan oleh Bank Sentral dan Pemerintah AS dimana dengan Kebijakan Moneter The Fed yang melunak dan Kebijakan Fiscal Pemerintah Amerika Serikat yang akomodatif seperti diatas maka guncangan yang terjadi dalam perlambatan ekonomi negara tersebut dapat diredam atau dalam bahasanya Jerome Powell adalah SOFT LANDING.

Keadaan inilah yang membuat harga akan lebih bersifat sideways atau bolak balik atau lebih parah lagi trader mengatakan harga nya disitu situ saja tetapi equity nya terus berkurang karena factor emosi yang berupa keserakahan dan ketakutan yang tidak seimbang. Sederhananya adalah mengendarai mobil balap Formula 1 tetapi berjalan ditengah kemacetan kota Jakarta…..ya sabar aja keuleusss !!!!

Data Serta Ekonomi Global

Pada hari ini Bank Sentral New Zealand RBNZ menaikan suku bunga 50 bps dan ini merupakan kenaikan suku bunga paling agresif selama 4 kali pertemuan dan 4 kali menaikan suku bunga. Kedepannya RBNZ akan terus menaikan suku bunga secara agresif karena angka inflasi belum mereda dinegara tersebut dan menimbulkan proyeksi bahwa kenaikan suku bunga diawal tahun depan dapat menjadi 4% dimana sebelumnya proyeksinya hanya 3,7%.

Dari negara Jepang diberitakan bahwa impor negara tersebut melonjak ke rekor tertinggi pada bulan Juli karena dorongan tingginya harga bahan bakar serta melemahnya mata uang yen jepang. Keadaan biaya impor yang melebih ekspor, tentunya menambah deficit neraca perdagangan Jepang, sehingga memperburuk pertumbuhan ekonomi negara tersebut kedepannya.

Hari ini para pelaku pasar tentunya menunggu data Retail Sales Amerika Serikat dimana diprediksi melemah sehingga US Dollar akan cenderung melemah terbatas sambil menunggu berita FOMC meeting minutes yang akan dirilis dini hari nanti pada pukul 01.00 wib.

Analisa

  • Untuk hari ini US Dollar akan terlihat sideways
  • Mata uang Yen jepang diprediksi akan melemah terhadap mata uang US Dollar dan Poundsterling Inggris.
  • Gold dan Oil sebaiknya dihindari pada harga saat ini

Rencana dan Strategi Trading

USDJPY = Buy

GBPJPY = Buy

Disclaimer :

  • Tulisan pada artikel ini bukan DAILY SIGNAL sebaiknya gunakan ini sebagai Pengetahuan. Support Resistance merupakan garis khayal dan dapat terjadi perubahan jika mempergunakan metode teknikal yang berbeda, sehingga tidak dibutuhkan presisi dari harga yang terbentuk.
  • Trading forex on line adalah instrument keuangan paling berbahaya di dunia, jangan pernah gunakan uang Bank atau Pinjaman atau uang untuk keperluan rumah tangga.
  • Trading forex on line dapat beresiko habisnya dana yang disetorkan sehingga dianjurkan tidak untuk penderita Jantung dan penyakit dalam lainnya.

About Reza Aswin

Check Also

Harga Minyak Naik Mendekati Musim Dingin

Rio Wibawa Jakarta, 13 September 2022, 14:50 WIB   Harga minyak naik hari ini dikarenakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp Hubungi Kami