Thursday , 24 September 2020

Rating dan Obligasi …..

Saat ini berita berita masalah rating dan obligasi negara eropa bertenor 10 tahun menjadi fokus market. Dalam gambaran besar, saat ini kedua berita tersebut telah menjadi indikator Fundamental untuk arah pergerakan pasar.

Obligasi Zona Eropa Tenor 10 tahun : 

Italia : lelang senilai $758.4 juta yang jatuh tempo pada 2023 pada yield 7.3%, (lelang sebelumnya Maret 2010, hanya sebesar 2.9%. ) Next Itali akan lelang obligasi kembali sebesar 8 Milyard Euro.

Belgia : Lelang senilai senilai $2.7 milyar. Yield obligasi  stabil di level 5.69%  (Belgia  telah didowngrade oleh S&P pekan lalu)

Jerman : lelang obligasinya , ternyata sepi peminat.

Negara di zona euro juga diturunkan peringkat hutangnya :

Portugal :  diturunkan dari BBB- menjadi BB+ dengan outlook negatif yang adalah peringkat “junk” oleh Fitch.

Belgia  : diturunkan peringkatnya dari AA+ menjadi AA dengan outlook negati oleh S & P

Hongaria : diturunkan ke peringkat “junk” oleh Moody’s.

Perancis :  mendapatkan peringatan bahwa negara tersebut bisa kehilangan peringkat AAA-nya bila krisis Eropa berdampak pada neraca keuangannya oleh Fitch

Moody’s melakukan peninjauan ulang terhadap hutang sektor perbankan Eropa, junior dan Tier 3 untuk kemungkinan downgrade, menurut lembaga pemeringkat. Peninjauan meliputi 87 bank dalam 15 negara di Uni Eropa, dengan peringkat hutang terbesar diantaranya Spanyol, Italia, Austria dan Perancis. “Peninjauan dilakukan karena lembaga pemeringkat menilai bahwa sistem yang digunakan untuk mendukung hutang di Eropa tidak lagi dapat diandalkan” menurut Moody’s.

Moody’s juga mengatakan bahwa kemungkinan beberapa negara zona euro masuk ke wilayah “default” sudah tidak terelakan lagi.

Dengan keadaan seperti ini maka Organization for Economic Cooperation and Development memperingatkan : Pemulihan ekonomi global mulai melambat, membuat zona Eropa terjebak dalam resesi ringan dan Amerika Serikat dalam resiko yang serupa, ucap OECD hari Senin, sembari memangkas tajam perkiraannya. Ancaman keterpurukan yang lebih dalam jika zona Eropa tidak dapat mengatasi krisis hutangnya dan pemerintah AS gagal sepakat dalam hal pemangkasan belanja.

Tidak ada langkah tegas dari pemimpin di zona Eropa, namun ECB sendiri memiliki kekuatan untuk mengatasi krisis hutang kawasan, menurut OECD. Bagaimanapun juga, di AS, Federal Reserve hanya memiliki sedikit amunisi. Meski solidnya pertumbuhan negara berkembang akan memberikan dorongan, anjloknya perdagangan global akan menurunkan output dari Cina, ucap OECD. Dalam prediksi outlook ekonomi semesterannya, OEC memperkirakan pertumbuhan global akan melambat hingga 3.4% pada tahun 2012 dari 3.8% tahun ini. Berjuang melawan krisis hutangnya membuat zona Eropa memasuki resesi dan hanya akan menambah pertumbuhan sebesar 0.2% di tahun 2012, ucap OECD, dibanding perkiraan bulan Mei sebesar 2.0%.

About Reza File

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia email : rz_aswin@yahoo.com

Check Also

Party is Over

Reza Aswin, 8 Mei 2017 Party is Over   Bagi para analis Fundamental, ini merupakan …

WhatsApp Hubungi Kami