Saturday , 28 November 2020

Short Time , Long Work….

Reza Aswin | 24 Juni 2015

 

Banyak dari kita bertanya ” US Dollar kemarin mendadak menguat, padahal tidak ada berita apapun yang muncul atau bahkan secara umum data eropa cukup baik PMI Prancis dan Jerman dirilis menguat, sedangkan durable good amerika terlihat tidak terlalu baik dan cenderung buruk saat dirilis kemarin. Underlying Sentiment Market berada dibalik itu semua. Apa itu underlying sentiment market ? kita akan bahas bersama di kelas TF Campus ( lihat di www.tfcampus.com) setelah lebaran tentunya.

Sebelum lebih jauh membahas apa yang akan terjadi dengan Yunani mendekati kesepakatan atau default akhir bulan ini, akan lebih bijak jika : Pertama kita semua mengetahui tentang bagaimana Eropa sampai ke titik ini. Yang kedua Bagaimana yang seharusnya terjadi selanjutnya. Jika kita telah mengikuti cerita yunani sejauh ini, tentu saja, kita tahu bahwa apa yang seharusnya terjadi selanjutnya tentunya atau bahkan tidak akan terjadi.

Perdana menteri Alexis Tsipras dan partainya syriza harus bertanggung jawab terhadap pesta hutang pemerintahan lama yang berpesta hutang sekitar tahun 2009 – 201, Dan pada saat ini  kesalahan kotor dan diulang penghakiman oleh menteri keuangan Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional telah menghancurkan ekonomi Yunani. Jika kita teliti maka tidak semua merupakan kesalahan pemerintah Yunani karena Lembaga Dana Moneter dunia tersebut seharusnya melakukan penelitian terhadap kestabilan ekonomi negara Yunani dan menerapkan Risk Management yang terukur sebelum dana pinjaman di kucurkan. kita tidak mengatakan bahwa IMF salah dalam kasus ini, tetapi tentunya mereka mempunyai andil yang cukup besar sehingga eropa terpuruk karena kasus ini. Disisi lain kita melihat bahwa keinginan IMF agar yunani melakukan  reformasi ekonomi struktural dalam jangka panjang, dan ini tidak meningkatkan posisi fiskal dalam jangka pendek; dan selama resesi bagi negara Yunani yang dapat membuat hal-hal buruk. Ini menyebabkan pembicaraan IMF dengan Yunani, menyebabkan kreditur di bersikeras penghematan lebih lanjut dan reformasi struktural.

Seperti kita telah ketahui bersama bahwa Menteri keuangan kawasan euro akan bertemu untuk ketiga kalinya dalam seminggu pada hari Rabu ini (24 juni 2015) untuk mencoba dan mengamankan kesepakatan dalam mencegah default di Yunani.  Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengisyaratkan ia siap untuk mengakhiri negosiasi selama lima bulan tanpa solusi sehingga tercapai suatau kesepakatan dengan kreditur untuk membuka bantuan. Proposal yang akan dibahas adalah semua langkah langkah yang mencakup pada hilangnya opsi pensiun dini, menaikkan pajak penjualan, meningkatkan pajak yang menengah dan berpenghasilan tinggi membayar serta memperkenalkan retribusi baru bagi perusahaan dengan laba bersih tahunan lebih dari 500.000 euro ($ 568.000).

greek-islands-trivago

(sumber : bloomberg)

Banyak analis melihat ini merupakan titik terang. “We have now seen enough progress for the finishing line to have become visible,” kata Erik Nielsen, an Unicredit SpA economist in London. Tetapi banyak juga yang melihat ini hanyalah suatu pekerjaan yang sangat lama dan melelahkan bagi yunani serta eropa, dalam waktu yang sangat sempit dan beresiko mengingat tidak semua jadwal pertemuan marathon diatas akan diakhiri tanpa perlawanan dari pihak pihak yang mempunyai kepentingan.

Resiko dari kesepakatan ini berada pada dukungan Alexis Tsipras sendiri di dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri Yunani ganjalan tentunya dari rakyat dan partai Syriza di parlemen yang mengatakan bahwa kesepakatan dengan IMF merupakan pengingkaran Alexis Tsipras saat kampaye yaitu janji pemerintah untuk mengakhiri penghematan. Dari luar negeri tentunya kita sudah mengetahui bahwa parlemen jerman menyetujui keputusan pemerintahnya ikut membantu yunani jika Parlemen Yunani telah menandatangani dan menyetujui langkah-langkah bailout selama akhir pekan, kata seorang pejabat parlemen Jerman. “Persyaratan ini membuatnya tidak mungkin bahwa Yunani akan menerima pinjaman baru resmi pada bulan Juni 30.”

Mana yang lebih menarik kedepannya : Euro atau US Dollar atau bahkan Gold ?

(Underlying sentiment market kembali akan terlihat saat data US GDP dirilis nanti malam pukul 19.30 wib)

About Reza Aswin

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia, Email : rezafile1966@gmail.com

Check Also

Party is Over

Reza Aswin, 8 Mei 2017 Party is Over   Bagi para analis Fundamental, ini merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Hubungi Kami