The Fed : Party is Over

Reza Aswin | 03 Agustus 2015

 

Setelah menunggu selama 9 tahun maka sudah sepantasnya The Fed menaikan suku bunga nya. Tinggal dua bulan lagi, dimana bulan september merupakan bulan dimana kenaikan suku bunga sudah ada diatas meja petinggi The Fed. Diatas meja bukan berarti dapat dipastikan kenaikan suku bunga pada bulan september 2015, mengingat selain faktor yang mendasari kenaikan, tentu ada faktor faktor yang dapat saja menunda sampai bulan desember 2015., Faktor faktor yang mempercepat kenaikan suku bunga antara lain :

  • Pernyataan kebijakan moneter lalu, yang mana bank sentral menjelaskan bahwa data ketenagakerjaan akhir akhir ini terlihat “solid”. Pernyataan ini tentunya akan menempatkan data NFP agustus dan september pada sasaran tembak para pelaku pasar.
  • Data perbaikan Ekonomi AS terlihat dengan naik nya GDP di kuartal kedua dengan percepatan pertumbuhan 2,3% dari 0,6% pada kuartal pertama.
  • Core Durable Goods Orders naik menjadi 0,8% dari 0% sedangkan Durable Goods Orders naik secara signifikan menjadi 3,4% dari – 2,2%
  • Krisis Yunani bukanlah suatu ancaman bagi pertumbuhan perekonomian amerika

Sedangkan Faktor faktor yang dapat menunda kenaikan suku bunga antara lain :

  • Data Jobless claim yang naik dari 255.000 menajadi 267,000. Sehingga data Unemployment Rate Agustus dan September akan menjadi konsumsi investor.
  • Retail sales baik yang termasuk automobiles ataupun tidak, semua nya berada dibawah level 0%. Data ini pun akan menjadi perhatian di bulan agustus.
  • Dengan melemahnya penjualan maka sudah tentu data Consumer Confidence dan UoM Consumer Sentiment ikut menurun. Penundaan akan terjadi jika kedua data ini menjadi bertambah buruk.
  • Down side Harga minyak dunia & China Market kata Cornerstone Macro (economist Roberto Perli)

Seperti kita ketahui bersama bahwa US Dollar mencapai penguatan yang luar biasa pada bulan Juli tahun ini dan untuk kedepannya kita akan mengetahui bahwa pesta kebijakan moneter yang longgar akan mulai diketatkan oleh amerika. Ada analis yang mengatakan bahwa bulan agustus merupakan bulan sideways (karena memasuki liburan musim panas) dimana volume dan liquiditas akan terlihat menurun, untuk itu mulailah kita mengencangkan seatbelt menghadapi pasar dibulan ini. Secara umum sentimen pasar masih Keep Buying US Dollar sehingga pelemahan US Dollar hanya disebabkan sudah overbought dan disaat turun merupakan peluang untuk membeli US Dollar.

Banyak investor bertanya tentang Gold yang telah meleleh sekitar 43% dari harga $1900/ troy ounce selama 4 tahun terakhir. Perlambatan ekonomi dunia yang membuat turunnya laju inflasi dunia akhir akhir menjadi pemicu turunnya minat investor untuk membeli emas sebagai alat nilai lindung inflasi. Apakah melelehnya Gold akan berlanjut ?  Analis David Tablish dalam artikelnya mengatakan “The bear has not yet finished his work. The ultimate bottom will prove to be so shocking that it will devastate a generation of old school gold bulls. But, it will allow the foundation for the next bull market in the precious metals “.

picabef19776e417db85a325e7d4aab27ec

Walaupun grafik dari David Tablish belum tentu dapat terealisasi 100% , tetapi setidaknya kita sekarang sudah dapat menerapkan money management dan analisa terbaik kita guna melihat Bottom gold yang sebentar lagi akan tersentuh. Tentunya kita juga telah mengetahui bahwa kedepannya pasar akan memberikan harga yang membuat kita panik sesaat dan setelah itu harga akan berbalik secara bertahap karena kita telah menemukan harga bottom Gold yang sebenarnya.

 

 

Have a nice trade

rezaedit

Reza Aswin

Email         : rz_aswin@yahoo.com

Blackberry : 2BB58FEA

Website      : www.rezafile.com 

 

 

 

 

About Reza Aswin

To contact the editor responsible for this story : Reza Aswin at PT. ABC Future Indonesia, Email : rezafile1966@gmail.com

Check Also

Party is Over

Reza Aswin, 8 Mei 2017 Party is Over   Bagi para analis Fundamental, ini merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Hubungi Kami