Wednesday , 28 February 2024

Kebijakan Moneter Terbaru RBA, Bank Sentral Australia

Rio Wibawa
Instagram, TikTok, Youtube: RW_BeritaForex
Jakarta, 6 Desember 2023, 11:39 WIB

RBA, bank sentral Australia telah menyelesaikan rapat bank sentral terakhir mereka untuk tahun ini dimana RBA memutuskan untuk menahan suku bunga di angka 4.35% setelah di meeting sebelumnya RBA memutuskan menaikkannya. Dalam pernyataan kebijakan moneternya, RBA menyampaikan kalau data inflasi yang diterima sejak meeting bulan November sesuai dengan ekspektasi RBA. Pertumbuhan upah diperkirakan tidak akan meningkat jauh dan tetap sejalan dengan target inflasi dari RBA. RBa juga menyebutkan kalau alasan dibalik keputusan jedanya kali ini adalah karena RBA ingin melihat dampak dari kenaikan yang telah terjadi di suku bunga untuk permintaan, inflasi, dan pasar tenaga kerjanya. Selain itu, RBA juga menyampaikan kalau ada banyak ketidakpastian terkait outlook ke depan baik secara global maupun local khususnya untuk Tiongkok dan ekonominya yang tidak kunjung membaik. Berita terbaru menyebutkan kalau agensi rating, Moody menurunkan rating untuk kredit pemerintahan Tiongkok dari stabil ke negatif. Hal ini juga akan berdampak buruk bagi Australia yang merupakan salah satu partner pengekspor terbesar ke Tiongkok. RBA pun menutup pernyataannya dengan menyampaikan kalau pengetatan ke depan untuk membawa inflasi kembali ke target RBA akan bergantung pada data ekonomi mendatang dan penilaian terhadap risiko ke depan.

Baca Juga :   Pasar Saham AS Terkoreksi

Setelah sebelumnya menaikkan suku bunganya, RBA yang kini menahan suku bunganya dianggap dovish terutama karena keseluruhan pernyataan ini lebih dovish dari yang diperkirakan analis & pelaku pasar. Adanya penurunan rating di Tiongkok pun tidak membantu mendorong sentimen positif untuk terjadi. Mata uang Australia pun melemah tajam kemarin setelah dirilisnya kebijakan moneter barunya.

Kesimpulan:
Kebijakan moneter terbaru RBA yang dianggap dovish oleh para analis & pelaku pasar menjadi alasan pelemahan AUD kemarin.

Efek terhadap Pasar: Tren Bearish bagi AUD (Diprediksi AUD dapat melemah dalam jangka pendek saja karena RBA masih diprediksi menjadi salah satu bank sentral yang akan memotong suku bunganya terakhir)

Pasangan Pair untuk ditrade: AUD / NZD

Timeframe: D1
Target Open Posisi
Resistance 3: 1.08623
Resistance 2: 1.07794
Resistance 1: 1.07232

Target Take Profit
Support 1: 1.06483
Support 2: 1.05761
Support 3: 1.05199

Stop Loss: 1.09453

Sumber:
https://www.cnbc.com/2023/12/06/asia-markets.html
https://www.cnbc.com/2023/12/05/moodys-cut-chinas-credit-outlook-to-negative-on-rising-debt-risks.html
https://www.reuters.com/world/china/moodys-cuts-chinas-credit-outlook-negative-2023-12-05/
https://www.reuters.com/markets/australias-economy-slows-crawl-consumer-spending-surprisingly-weak-2023-12-06/
https://www.rba.gov.au/media-releases/2023/mr-23-35.html
https://www.reuters.com/markets/europe/global-markets-view-europe-2023-12-05/
https://www.reuters.com/markets/australias-central-bank-holds-rates-steady-retains-hiking-bias-2023-12-05/

About Reza Aswin

Senior Fundamental Analyst. 20 tahun berkecimpung di dunia trading forex, komoditi, dan hingga kini aktif menjadi analis fundamental.

Check Also

Reaksi Pemerintah Jepang Terhadap Pelemahan Mata Uang yen

Jakarta ,19 Februari 2024 By. Reza Aswin Apa yang terjadi di pasar Pemerintah Jepang terlihat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami