Wednesday , 30 November 2022

ECB Mengejutkan Pasar Dengan Kenaikan 50 Basis Poinnya

Rio Wibawa

Jakarta, 22 Juli 2022, 11:28 WIB

Semalam, ECB mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunganya seebsar 50 basis poin menuju tingkat suku bunga 0%, pertama kalinya kenaikan suku bunga dilakukan dalam 11 tahun terakhir. Kenaikan ini tentu mengejutkan pasar karena sebelumnya sinyal yang diberikan oleh Christine Lagarde, ketua ECB adalah untuk menaikkannya sebesar 25 basis poin. Kenaikan ini, menurut Lagarde, dapat dilakukan karena adanya alat baru bernama TPI yang dapat digunakan untuk menghentikan kenaikan berlebihan dalam biaya pinjaman untuk negara-negara di kawasan Eropa. Menurut sumber yang didapat Reuters, walau TPI sudah dapat digunakan, ECB belum melihat kebutuhan untuk penggunaan skema ini di negara apapun. Kenaikan ini sontak mendorong kenaikan EUR di perdagangan, terhadap US karena adanya data klaim pengangguran AS yang meningkat di atas prediksi pasar, namun kembali turun di kisaran $1.01900 pagi ini.

Ke depannya, walau dengan kenaikan suku bunga yang besar ini, EUR diprediksi akan melemah karena beberapa alasan berikut ini. Pertama, keputusan Mario Draghi, Perdana Menteri Italia untuk hengkang dari posisinya yang akan membawa ktidakpastian politik di Italia, di tengah kenaikan suku bunga besar ini. Kedua, kenaikan suku bunga yang besar akan membuat biaya peminjaman atau pembayaran hutang naik sehingga akan membebani negara-negara di kawasan Eropa walau TPI dapat digunakan untuk menangani ini. Ketiga, adanya gelombang panas yang melanda beberapa negara di kawasan Eropa dan mengakibatkan banyak kerusakan dan gangguan bagi rakyat. Keempat, pernyataan Christine Lagarde dalam konferensi persnya semalam dimana ia mengatakan inflasi sangat tinggi dan dapat tetap tinggi untuk sementara waktu, adanya perlambatan pertumbuhan di kawasan Eropa yang ditandakan oleh data ekonomi terkini. Adanya invasi Rusia ke Ukraina yang kelihatannya tidak akan selesai dalam waktu dekat juga menambah risiko kenaikan harga energi dan menjaga inflasi tetap tinggi.

Baca Juga :   Resesi Amerika Serikat yang Ditakutkan Belum Tentu 100% Dapat Terjadi

Kesimpulan:

Mata uang EUR diprediksi akan melemah kedepannya walaupun ECB telah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin semalam karena adanya faktor-faktor yang membebani kawasan Eropa seperti yang telah disebutkan di atas.

Efek terhadap Pasar: Tren Bullish untuk USD, Tren Bearish untuk EUR

Pasangan Pair untuk ditrade: EUR / USD

Timeframe: D1

Target Open Posisi

Resistance 3: 1.04910

Resistance 2: 1.03752

Resistance 1: 1.02572

Target Take Profit

Support 1: 1.01515

Support 2: 1.00618

Support 3: 0.99695

Stop Loss: 1.05880

Sumber:

https://www.cnbc.com/2022/07/21/jobless-claims-rise-again-in-another-sign-that-labor-market-is-cooling.html

https://www.cnbc.com/2022/07/21/european-central-bank-raises-rates-by-50-basis-points-its-first-hike-in-11-years.html

https://www.reuters.com/world/europe/europes-heatwave-reaches-poland-greece-it-moves-eastwards-brings-wildfires-2022-07-21/

https://www.reuters.com/markets/europe/ecb-finally-join-rate-hike-club-with-big-move-agenda-2022-07-20/

https://www.reuters.com/world/europe/ukraine-russia-what-you-need-know-right-now-2022-07-03/

https://www.reuters.com/world/europe/italian-pm-draghi-meets-president-expected-resign-2022-07-21/

About Reza Aswin

Check Also

Dollar Kanada Akan Terpengaruh Pelemahan Harga Minyak

Rio Wibawa Instagram: @rw_fxfunda Jakarta, 21 November 2022, 11:14 WIB Harga minyak dunia kembali turun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami