Wednesday , 30 November 2022

Dollar Tetap Teguh Menunggu Hasil FOMC Kamis Ini

Rio Wibawa

Jakarta, 25 Juli 2022, 10:38 WIB

Dollar mengalami pelemahan yang cukup dalam pada akhir minggu kemarin, namun kembali naik hari ini karena pelaku pasar mengantisipasi kenaikan 75 bps terhadap suku bunga minggu ini dan sifatnya sebagai asset safe haven di tengah pelemahan ekonomi global. Selain itu, adanya pernyataan dari Janet Yellen, Menteri Keuangan AS, kemarin dimana ia mengatakan bahwa ekonomi AS memang sedang melambat dan perlambatan ini memang tidak bisa dihindari, namun dengan angka ketenagakerjaan yang masih kuat, dan tingkat pengangguran di 3,6%, dan tingkat pengeluaran konsumen yang kuat, menunjukkan ekonomi AS sedang tidak dalam resesi. Penguatan USD juga akan ditopang jika pada hari kamis dini hari, Jerome Powell, ketua The FED, memberikan pernyataan yang hawkish mengingat betapa tingginya inflasi di AS sekarang.

Di sisi lain, ECB, bank sentral Eropa, telah menaikkan suku bunganya sebesar 50 basis poin minggu lalu, mengangkat suku bunganya ke angka 0%, kenaikan suku bunga pertama dalam 11 tahun terakhir. Seketika setelah kenaikan ini, EUR menguat di perdagangan namun kembali melemah menjelang hari Jumat kemarin. Pelemahan EUR di perdagangan walau setelah kenaikan suku bunga yang historic ini terjadi karena beberapa alasan yaitu mundurnya Perdana Menteri Italia, Mario Draghi, yang menyebabkan ketidakpastian politik di Italia, kenaikan suku bunga ini menyebabkan nilai hutang dan biaya pinjaman negara-negara di kawasan Eropa semakin meningkat, adanya gelombang panas yang menyelimuti kawasan Eropa dan menyebabkan banyak kerusakan serta kebakaran, dan adanya penyebaran virus cacar monyet, terutama di kawasan Eropa yang sedang menjadi pusat penyebaran, dapat menyebabkan gangguan terhadap ekonomi jika penyebaran terus terjadi walaupun menurut kepalah WHO, untuk saat ini diprediksi tidak akan mengganggu perdagangan atau perjalanan internasional. Ke depannya, mata uang EUR diprediksi dapat melemah karena faktor-faktor diatas.

Baca Juga :   Inflasi dapat berlangsung lebih lama dari Perkiraan menurut Jerome Powell

Kesimpulan:

Mata uang USD sedang mengalami pemulihan hari ini, dan akan memasuki fase sideways sembari menunggu hasil FOMC kamis nanti. Adanya kemungkinan besar kenaikan suku bunga sebanyak 75 basis poin kamis ini mendorong sentimen positif terhadap mata uang USD dan akan berlanjut menguat jika Jerome Powell memberikan nada hawkish. Mata uang EUR diprediksi dapat kembali melemah di perdagangan dengan adanya berbagai alasan yang telah disebutkan diatas.

Efek terhadap Pasar: Tren Bullish untuk USD, Tren Bearish untuk EUR

Pasangan Pair untuk ditrade: EUR / USD

Timeframe: D1

Target Open Posisi

Resistance 3: 1.04910

Resistance 2: 1.03752

Resistance 1: 1.02572

Target Take Profit

Support 1: 1.01515

Support 2: 1.00618

Support 3: 0.99695

Stop Loss: 1.05880

Sumber:

https://www.reuters.com/markets/europe/global-markets-wrapup-1-2022-07-25/

https://www.reuters.com/markets/us/us-economy-is-slowing-recession-not-inevitable-yellen-says-2022-07-24/

https://www.reuters.com/markets/europe/dollar-firm-fed-meeting-growth-risks-dominate-2022-07-25/

https://www.reuters.com/markets/europe/european-central-bank-will-consider-economic-situation-when-deciding-rates-2022-07-24/

https://www.reuters.com/world/europe/wildfires-burn-coastal-homes-forests-greece-europes-heatwave-spreads-east-2022-07-24/

https://www.cnbc.com/2022/07/23/who-declares-spreading-monkeypox-outbreak-a-global-health-emergency.html

About Reza Aswin

Check Also

Dollar Kanada Akan Terpengaruh Pelemahan Harga Minyak

Rio Wibawa Instagram: @rw_fxfunda Jakarta, 21 November 2022, 11:14 WIB Harga minyak dunia kembali turun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami